Connect With Us

Antasari Sesalkan Komentar Wahidin Halim Soal Tudingan PKI

Denny Bagus Irawan, Mohamad Romli | Selasa, 24 Januari 2017 | 13:00

Dua mantan Ketua KPK, Abraham Samad dan Antasari Azhar. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Mantan Ketua KPK Antasari Azhar  menyesalkan komentar salah satu calon gubernur Banten Wahidin Halim yang  dengan menuding adanya PKI di Banten.  Antasari merasa hal itu sama sekali tak pantas dilakukan hanya demi mengejar kekuasaan.  

“Itu sudah keterlaluan.  Bisa buktikan enggak, kalau hanya untuk meloloskan  saat Pilkada, itu sangat tidak elegan, dewasalah Pak Wahidin.  Jangan buat gaduh hanya demi Pilkada. Pilkada itu bicara program dan visi misi, bukan menanam kebencian seperti itu," terang Antasari Azhar di Tangerang, Selasa (24/01/2017).

Menurut Antasari, Wahidin tak seharusnya melakukan hal itu hanya untuk memenangkan Pilkada.  Untuk diketahui, Wahidin Halim calon gubernur nomor urut 1 yang berpasangan dengan anak dari Ratu Atut Chosiyah, Andhika Hazrumi saat kampanye di Lapangan Sun Brust BSD Kota Tangsel menyampaikan.

“ Kita akan melawan PKI, kita semngat jihad melawan kebatilan, di sini ada PKI enggak, kita akan lawan PKI,” ujar Wahidin Halim saat  15 Januari 2017 lalu.

 

 

TEKNO
Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI

Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI

Senin, 12 Januari 2026 | 11:20

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus sementara akses aplikasi chatbot berbasis kecerdasan artifisial (AI) Grok.

BANTEN
Pemprov Banten Mulai Bangun 2 Sekolah Rakyat, Ditarget Selesai Agustus 2026

Pemprov Banten Mulai Bangun 2 Sekolah Rakyat, Ditarget Selesai Agustus 2026

Senin, 12 Januari 2026 | 21:50

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memulai pembangunan dua Sekolah Rakyat di Lebak dan Pandeglang. Proyek ini direncanakan berjalan cepat dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

OPINI
Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Pendidikan sebagai Perlawanan Perempuan terhadap Kemiskinan Struktural

Senin, 12 Januari 2026 | 20:30

Kemiskinan tidak pernah benar-benar netral. Ia punya wajah, dan sering kali wajah itu adalah perempuan. Ketika kemiskinan terjadi, perempuan biasanya menjadi pihak yang paling dulu mengalah, paling lama bertahan, dan paling sedikit didengar.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill