Connect With Us

Jalan Tol Tangerang-Merak Kapan Sehatnya?

| Selasa, 22 Desember 2009 | 16:45

Tampak perbaikan jalan tol Tangerang-Merak (tangerangnews / tangerangnews/dira)

 
TANGERANGNEWS-Perbaikan jalan tol Tangerang-Merak mendapat protes pengguna jalan. Pasalnya, perbaikan jalan bebas hambatan itu membuat kendaraan semakin cepat rusak,  belum lagi kemacetannya  dan otomatis berdampak pada meningkatnya angka kecelakaan. Masyarakat pengguna jalan itu kini mulai bertanya kapan “sehatnya” jalan yang menjadi akses utama ke-Serang, Banten itu.
 
Sejumlah pengguna jalan yang ditemui Seputar Indonesia kemarin mempertanyakan, kapan jalan tol yang dikelola PT Marga Mandala Sakti itu seperti tol Jakarta-Tangerang. “Perbaikan di jalan ini terus dilakukan, tetapi kapan selesainya. Kenapa selalu seperti ini, dan lokasinya selalu disitu-situ saja,” keluh Agus Supriyatna seorang pengemudi Bus Primajasa, siang ini.
 
Dia mengatakan, dampak terbesar adalah seringnya dia pergi ke bengkel karena kendaraanya menjadi cepat rusak. “Kaki-kaki kendaraan jadi cepat rusak, belum lagi macet. Ongkos perbaikan semakin membengkak,” ujarnya.
 
Berdasarkan catatan Polres Metro Kabupaten Tangerang jumlah kecelakaan di ruas kilometer yang menjadi pengawasannya,  yakni  kilometer 26+ 500 sampai 40+00 atau sejak di Tangerang Barat –Balaraja Barat saja,  selama setahun ada 37 peristiwa kecelakaan.
 
Dari 37 kasus kecelakaan itu, luka berat sebanyak 40 kejadian, luka ringan 31 kasus, yang meninggal 13 orang. Sedangkan kerugian materi mencapai Rp178 juta.
 
“Itu yang kita catat adalah jalan tol yang ada dipengawasan Polres Metro Kabupaten Tangerang,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Kabupaten Tangerang Kompol Risto Samudera. Untuk itu, kata dia, pihaknya meminta kepada masyarakat pengguna jalan untuk berhati-hati melintasi jalan yang sedang diperbaiki. “Sebab memang zig-zag perbaikannya,” tuturnya. Dirinya juga membenarkan jika berjalan di tol ini,  dapat membuat suspensi kendaraan menjadi rusak.
 
Sementara itu, Indah Permansari Legal and Purel Division Head PT Marga Mandala Sakti selaku pengelola tol tersebut mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan perngurangan jalan yang rusak. Target pada 2010 ini, pengguna tol khususnya kilometer Tangerang-Balaraja akan terbebas dari jalan rusak. “Kami memang sedang mentargetkan jalan ini bebas rusak pada 2010. Sedangkan secara keseluruhan pada 2013 mendatang,” ujarnya.
 
Dirinya menjelaskan jalan yang sedang diperbaiki saat ini untuk arah Tangerang ke-Merak adalah Tangerang Barat-Cikupa(kilometer 26+500-31), Cikupa-Balaraja Timur (kilometer 31+500-36+180), Balaraja Timur-Balaraja Barat (kilometer 36+180-38+820), Balaraja Barat-Ciujung (kilometer 38+820-59+640) dan Serang Timur-Serang Barat (kilometer 71+330-77+270).
 
“Sedangkan yang arah ke Tangerang dari Merak hanya tiga ruas jalan yang diperbaiki, yakni Cikupa-Balaraja Timur (kilometer 31+500-36+180), Balaraja Timur-Balaraja Barat (kilometer 36+180-38+820) dan Balaraja Barat –Ciujung (kilometer 38+820-59+640),” jelasnya.
 
Mengenai banyaknya keluhan masyarakat, dirinya mengatakan, agar pengguna jalan tol ini bersabar hingga perbaikan jalan selesai. Ditanya apakah pengguna jalan tol Tangerang-Merak mendapat asuransi dari PT Marga Mandala Sakti jika terjadi kecelakaan di rute yang sedang diperbaiki.(dira)
 

BANTEN
Andra Soni Tanggapi Video Perbandingan Jalan Perbatasan di Lebak Masih Tanah dengan Bogor Beraspal

Andra Soni Tanggapi Video Perbandingan Jalan Perbatasan di Lebak Masih Tanah dengan Bogor Beraspal

Rabu, 14 Januari 2026 | 21:24

Sebuah video yang memperlihatkan kontras kondisi jalan di perbatasan Provinsi Banten dan Jawa Barat menjadi sorotan warganet.

KAB. TANGERANG
Korban Banjir 2 Meter di Cikande Tangerang Minta Bantuan ke Presiden

Korban Banjir 2 Meter di Cikande Tangerang Minta Bantuan ke Presiden

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:24

Korban banjir setinggi 2 meter di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang meminta bantuan jajaran pemerintah pusat hingga ke Presiden Prabowo Subianto.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

WISATA
Long Weekend, Polisi Berlakukan Ganjil Genap di Jalur Puncak 15–18 Januari 2026 

Long Weekend, Polisi Berlakukan Ganjil Genap di Jalur Puncak 15–18 Januari 2026 

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:15

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjil genap di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, selama akhir pekan panjang, terhitung Kamis hingga Minggu, 15–18 Januari 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill