Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Upacara HUT kemerdekaan RI ke-72 tampak berbeda dengan banyaknya tamu undangan mengenakan pakaian adat tradisonal dari seluruh Indonesia. Tidak hanya tamu undangan, Presiden, Wakil Presiden dan para menteri pun mengenakan pakaian adat.
Tampak meriah dan semarak upacara kemerdekaan saat ini dengan banyaknya dihadiri kalangan masyarakat dari berbagai kalangan. Diantaranya pedagang petani, buruh, pemuda, mahasiswa dan lain sebagainya.
Hadir pula Posko Relawan Rakyat Indonesia (Posraya Indonesia) merupakan Organisasi relawan Presiden Jokowi yang tetap konsisnten berada di barisan rakyat dalam mengawal dan menginformasikan kebijakan-kebijakan pemerintah kepada rakyat banyak.

Ketua DPD Posraya Indonesia Banten, Sachrudin Blake mengatakan, kemerdekaan merupakan semangat baru untuk pemuda dan seluruh rakyat Indonesia dalam mengisi kehidupan bernegara dan berbangsa dengan kerja-kerja dan Kerja bersama.
“Sebagai rakyat kita perlu kerja bersama untuk sebuah perubahan rakyat, Presiden kerja, rakyat kerja dalam sebuah kerja bersama,” kata Ketua DPD Posraya Indonesia Banten, Sachrudin Blake di Istana, Jakarta.
Umaidi (Bob) Kepala Desa Ranca Kelapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan merasa bangga bisa menghadiri Upacara penurunan Bendera Kemerdekaan Hut RI ke 72 di Istana Negara.
"Saya juga bangga atas kepemimpinan Jokowi, pemerintah peduli terhadap pembangunan desa dengan dianggarkannya dana desa. Semoga pak jokowi amanah dalam menjalankan program - programnya dan selalu memperhatikan rakyat kecil terutama rakyat di Banten." ungkap Umaidi (Bob) Kepala Desa termuda se-Provinsi Banten.(RAZ)
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK) di Kibin, Kabupaten Serang, yang dikembangkan oleh PT Infiniti Triniti Jaya, menambah fasilitas kawasan dengan membangun Masjid Ar-Rahmah
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews