Connect With Us

KPK : Kita Akan Aksi Lagi di Banten

Yudi Adiyatna | Kamis, 19 Oktober 2017 | 15:00

| Dibaca : 1763

Sejumlah Kepala Daerah di Banten menghadiri rapat koordinasi pimpinan Daerah terkait ‘Evaluasi Percepatan Pelaksanaan Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi di Provinsi Banten’ di Aula Gedung DPRD Kota Cilegon. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan komisi anti rasuah yang dipimpinnya sangat memperhatikan Provinsi Banten. Terlebih Provinsi Banten pernah tercatat beberapa kali Kepala Daerahnya ditangkap KPK karena kasus Korupsi.

“KPK sangat memperhatikan Banten karena dunia luar juga melihat, makanya kita datang membantu Pak Gubernur dan Wakil Gubernur," jelas Saut Situmorang saat menghadiri rapat koordinasi pimpinan Daerah terkait ‘Evaluasi Percepatan Pelaksanaan Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi di Provinsi Banten’ yang digelar di  Aula Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu 18 Oktober 2017.

Selain itu, dikatakan mantan Staff Ahli Kepala BIN tersebut, KPK tidak hanya fokus melakukan  penindakan kasus-kasus korupsi, namun juga gencar melakukan pencegahan. Menurutnya, tindak pidana korupsi sebetulnya bisa dicegah dengan berbagai upaya, salah satunya yakni menciptakan upaya pencegahan, sistem dan komitmen pemerintahan itu sendiri. Pencegahan itu dilakukan agar para kepala daerah, pejabat dan ASN tidak tersangkut korupsi.

"Tadi saya jelaskan kepada semuanya, bahwa pemberantasan korupsi itu tidak boleh sepotong-potong. Kami (KPK) hadir di sini sudah beberapa tahun lalu. Hari ini kami datang lagi untuk melakukan evaluasi, kemudian bikin rencana aksi lagi. Ada mungkin memang beberapa hambatan, apakah itu baik dari perundang-undangan, lembaganya atau pun dari tata kelolanya, makanya KPK datang untuk membantu," paparnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan apresiasi kepada pimpinan KPK dan Tim Satgas Korsupgah (Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan) yang tidak henti-hentinya melakukan pendampingan, kepada pemerintah daerah di Banten dalam rangka mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Saya sudah komitmen untuk minta agar KPK terus hadir dalam rangka pembinaan dan pencegahan korupsi di Banten. maka dengan itu, saya minta KPK dampingi terus biar kita aman," kata Gubernur Wahidin.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang turut hadir bersama seluruh Kepala Daerah Di Provinsi Banten juga menjelaskan tentang salah itu inovasi Tangsel berupa Sistem Informasi Manajemen Perizinan Online (SIMPONIE).

Sistem tersebut berupa aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam mengurus perizinan tanpa harus datang langsung membawa berkas ke kantor DPMPTSP, akan tetapi melalui pendaftaran online dimanapun dan kapanpun tanpa mengenal ruang serta batas waktu.

”Dengan Adanya SIMPONIE bisa memotong jalur birokrasi dan tidak ada biaya yang dibebankan kepada masyarakat. Dengan teknologi, diharapkan bisa memudahkan masyarakat memperoleh perizinan secara online dan cepat," jelasnya.(RAZ/HRU)

BISNIS
Es Teler 77 hadirkan Frozen Food, Ready To Eat, Ready To Cook & Catering

Es Teler 77 hadirkan Frozen Food, Ready To Eat, Ready To Cook & Catering

Kamis, 16 April 2020 | 12:55

TANGERANGNEWS.com–Di tengah pandemi COVID-19, Es Teler 77 hadir dengan solusi makanan Frozen Food, Ready To Eat, Ready To Cook dan Catering

TOKOH
Didi Kempot Meninggal Dunia di Usia 53 Tahun

Didi Kempot Meninggal Dunia di Usia 53 Tahun

Selasa, 5 Mei 2020 | 11:06

TANGERANGNEWS.com-Penyanyi campursari Didi Kempot meninggal dunia, Selasa (5/5/2020) pagi ini.

HIBURAN
Korban Cabut Laporan, Youtuber Ferdian Bebas dari Penjara

Korban Cabut Laporan, Youtuber Ferdian Bebas dari Penjara

Kamis, 4 Juni 2020 | 18:27

TANGERANGNEWS.com-Ferdian Paleka dapat menghirup napas bebas setelah sempat ditahan dibalik jeruji besi karena kasus prank sembako sampah

MANCANEGARA
Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Minggu, 10 Mei 2020 | 10:24

TANGERANGNEWS.com-Nasib malang dialami seorang ibu di China. Dia dikubur hidup-hidup oleh sang anak lantaran enggan merawatnya. Beruntung dia berhasil selamat

"Belajar dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, berharaplah untuk hari esok "

Albert Einstein