Connect With Us

Cegah Tawuran, Dindikbud Banten Instruksikan Sekolah Maksimalkan Ekskul

Yudi Adiyatna | Selasa, 20 Maret 2018 | 17:00

Pemerintah Provinsi Banten. (Istimewa / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemptov) Banten melalui Dindikbud mengintruksikan seluruh kepala sekolah agar terus memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler. Hal itu untuk meminimalisir angka kenakalan remaja khususnya aksi tawuran.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Aep Junaedi mengaku, saat ini pihaknya terus menekankan kepada seluruh sekolah agar dapat mewadahi kreatifitas dan energi siswa sehingga dapat terhindar dari aksi tawuran.

"Kita terus monitoring seluruh sekolah yang ada di Banten secara berkala, kami juga terus memberikan pembinaan kepada mereka disetiap kesempatan, karena saya meyakini dengan menguras energi siswa ke arah positif kami yakin betul siswa cenderung tidak lagi tertarik melakukan aksi tawuran," kata Aep yang juga menjabat sebagai ketua PGRI Provinsi Banten, Selasa (20/3/2018).

Dengan menguras energi dan mewadahi siswa untuk menunjukan eksistensinya tersebut, ia meyakini para siswa tidak lagi mencari pengakuan di jalanan dengan melakukan aksi tawuran.

"Saya pernah berbicara dengan salah satu psikolog terkait hal ini, kebanyakan dari mereka yang terlibat tawuran adalah anak-anak yang kurang terakomodir untuk menyalurkan bakat dan energinya sehingga mereka mencari pengakuan dengan melakukan aksi tawuran," jelasnya.

Disamping melakukan pembinaan, salah satu upayanya dalam menjauhkan siswa terlibat dalam suatu aksi tawuran tersebut adalah memberikan pemahaman dan menggandeng instansi terkait, untuk menyatukan persepsi guna bersama-sama menjaga generasi bangsa agar menjauhi tawuran tersebut.

"Kita pernah mendatangkan kepolisian dan tentara untuk menjadi pembina apel pada setiap upacara, dan saya juga seringkali menjadi pembina upacara pada saat kita datangkan mereka," tuturnya.

Dengan kesepakatan dan komitmen bersama tersebut, ia mengklaim upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menangkal aksi tawuran akan semakin mudah.

“Tawuran ini jadi persoalan kita bersama. Jadi, mari bersama-sama kita amankan generasi penerus bangsa ini, sehingga kami dari Dinas Pendidikan, polisi dan sekolah bisa terus bersinergi,” tuturnya.

Meski demikian ia juga berharap peran serta orangtua dalam mengawasi putra - putrinya dapat juga dimaksimalkan karena peran pengawasan dari orangtua menjadi signifikan dalam menekan aksi kenakalan remaja tersebut.

"Pendidikan bukan hanya beban sekolah, tapi juga butuh peran serta orang tua dalam mengontrol anak - anaknya secara bersama sama dengan sekolah sehingga aksi tawuran dapat ditekan hingga maksimal," tukasnya.(RAZ/HRU)

SPORT
Carlos Pena Racik Skuad Baru Demi Ketajaman Lini Depan Persita di BRI Super League 2026/2027

Carlos Pena Racik Skuad Baru Demi Ketajaman Lini Depan Persita di BRI Super League 2026/2027

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:20

Persita Tangerang resmi memperkenalkan jajaran pelatih dan skuad terbarunya untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027.

TANGSEL
Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Diam-diam Menderita Diabetes, Dokter Imbau 8 Kelompok Ini Perlu Rutin Cek Gula Darah

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:11

Merasa sehat bukan berarti kadar gula darah dalam tubuh berada dalam kondisi normal. Diabetes melitus dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan sehingga sering kali diabaikan.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill