Connect With Us

Warga Serang Mendapatkan Bantuan Sosial dari Hanura Banten

Muhamad Heru | Jumat, 23 Maret 2018 | 13:00

| Dibaca : 647

H Ahmad Subadri, Ketua DPD Partai Hanura Propinsi Banten bersama para anggota dari Partai Hanura dan LMP Mada Banten melakukan Baksos bedah rumah salah seorang warga Kampung Bolang, RT 006/01, Desa Bolang, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang. (@TangerangNews.com / Muhamad Heru)

TANGERANGNEWS.com-Maraknya pemberitaan di media sosial yang memberitakan berbagai problema ketimpangan sosial membuat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPD Provinsi Banten merasa terpanggil.

Pada Kamis (22/3/2013), Partai Hanura dan LMP Mada Banten kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga tidak mampu dengan mengadakan baksos bedah rumah salah seorang warga Kampung Bolang, RT 006/01, Desa Bolang, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang.

BACA JUGA :

H Ahmad Subadri, Ketua DPD Partai Hanura Propinsi Banten mengungkapkan bahwa sebagai partai yang memiliki memilki jargon "Hati Nurani Rakyat" merasa prihatin dengan situasi ini.

Kasus gizi buruk di Kabupaten Lebak yang mencapai 160 orang lebih, luput dari perhatian pemerintah, belum lagi banyaknya di temukan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang seharusnya mendapatkan bantuan bedah rumah ternyata sampai saat ini belum tertangani.



"Semestinya pemerintah hadir di tengah masyarakat dan cepat tanggap mengatasi permasalahan di lapangan, mulai dari pemerintah desa, sampai  provinsi harus tanggap dan berani jemput bola. Jangan menunggu setelah ramai baru turun tangan. Kemana saja mereka selama ini? Tuturnya.

Oleh karena itu, Partai Hanura mendukung dan siap bersinergi dengan Laskar Merah Putih dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial yang selama ini luput dari perhatian pemerintah.

Sebagaimana telah dilakukan sebelumnya, Partai Hanura bersama LMP Mada Banten menindak lanjuti informasi di facebook tentang 4 orang anak penderita gizi buruk yang hampir 15 tahun luput dari perhatian. Setelah menjadi viral, barulah pemerintah turun tangan melalui menteri sosial dan wakil Hubernur Banten.



Partai Hanura bersama LMP Mada Banten memberikan bantuan bedah rumah untuk 2 unit rumah yang kondisinya sudah roboh yaitu rumah milik keluarga Bapak Wajidi dan rumah milik Ibu salamah. Selain itu juga memberikan bantuan paket sembako untuk kepada warga kurang mampu yang berada di wilayah tersebut.

Subadri didampingi oleh Sekretaris DPD dan sejumlah kader Hanura bersama Pimpinan dan Anggota Laskar Merah Putih Banten, Kades dan sejumlah tokoh masyarakat setempat akhirnya merobohkan rumah warga yang sudah ambruk itu. 

"Bismillah, kita robohkan bareng-bareng untuk selanjutnya kita bangun kembali,"ucapnya.

Subadri mengaku, sebelumnya dia sudah memberikan informasi kepada Bupati Serang Ratu Tatu khasanah tentang adanya peristiwa ketimpangan tersebut di wilayah kepemimpinannya.

"Sementara itu Bu Bupati Serang ketika di hubungi oleh saya tidak ada respons dari beliau, padahal saya mengajaknya untuk bersama-sama mengatasi masalah yang ada di wilayah Kabupaten Serang," ungkapnya.(RAZ/RGI)

SPORT
Sirkuit Paramount Jadi Ajang Promosi Kompetisi MotorCross Internasional 2018

Sirkuit Paramount Jadi Ajang Promosi Kompetisi MotorCross Internasional 2018

Selasa, 29 Mei 2018 | 21:34

TANGERANGNEWS.com-Ajang kompetisi motorcross internasional MXGP 2018 kembali digelar. MXGP yang rencananya akan digelar di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 30 Juni-1 Juli

BISNIS
1.000 Gaun Pengantin Bebas Dicoba di Wedding Bazzar Tangerang

1.000 Gaun Pengantin Bebas Dicoba di Wedding Bazzar Tangerang

Minggu, 5 Agustus 2018 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Lebih dari seribu gaun pengantin wanita dipamerkan dalam 'Wedding Bazaar' di Ballroom The Spring Gading Club Serpong, Kabupateng Tangerang, pada tanggal 3-5 Agustus 2018.

TOKOH
Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Minggu, 13 Mei 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Budi Sabarudin, salah satu jurnalis Tangerang selain berprofesi sebagai pewarta juga dikenal sebagai pendongeng. Bahkan kiprah pria yang akrab disapa Budi Euy ini telah merambah hingga ke Lampung Selatan.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie