Connect With Us

Ponpes Arrosyadiyah Juarai LSN Sub Region II Banten

Mohamad Romli | Senin, 27 Agustus 2018 | 18:00

Ponpes Arrosyadiyah berhasil menjuarai Liga Santri Nasional (LSN) 2018, kompetisi sepakbola antar pondok pesantren di sub region II Banten. (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Liga Santri Nasional (LSN) 2018, kompetisi sepakbola antar pondok pesantren di sub region II Banten berakhir dengan kemenangan ponpes Arrosyadiyah, Senin (27/8/2018).

Laga yang digelar di stadion Badak Pandenglang itu berakhir dengan skor 2:0 untuk kemenangan Arrosyadiah atas Darul Huda Sukaraya.

Berhasil menjuarai sub region II Banten, squad Arrosyadiah menantikan juara sub region I Banten yang baru akan dihelat pada September ini.

"Nantinya kita akan ambil satu juara untuk mewakili Banten dalam seri nasional yang akan berlangsung di Solo pada akhir september ini," ujar Panitia pelaksana Ahmad Khalwani.

Liga di sub region II Banten tersebut diikuti oleh 16 kesebelasan dari 16 ponpes di wilayah Lebak, Pandeglang, Serang dan Kota Cilegon.

"Antusiasme pesantren luar biasa tinggi, namun karena keterbatasan panitia kami baru bisa menerima 16 pesantren. Semoga tahun depan kami bisa lebih maksima," tukasnya.

Diketahui, LSN adalah program Kementrian Pemuda dan Olah Raga dan Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI) Nahdatul Ulama (NU). Penyelenggaraan di 2018 ini adalah yang keempat. LNS juga berhasil mencetak salah satu atlet sepakbola yang saat ini memperkuat  timnas U-16, Muhammad Rafli Mursalim. Rafli berlaga di LSN 2016 saat squad ponpes Al-As’ariyah, Tangsel.(MRI/RGI)

KAB. TANGERANG
Kabupaten Tangerang Darurat Banjir, 119 Desa Terendam 62 Ribu Jiwa Terdampak

Kabupaten Tangerang Darurat Banjir, 119 Desa Terendam 62 Ribu Jiwa Terdampak

Jumat, 16 Januari 2026 | 19:39

Akibat banjir yang terjadi sejak hari Minggu 11 Januari 2026 hingga Jumat 16 Januari 2026, sebanyak 119 desa yang terletak di Kabupaten Tangerang terendam.

OPINI
Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:37

‎Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill