Connect With Us

Gelar RAT 2018, Kopsyah BMI Bukukan Aset Rp499 Miliar

Mohamad Romli | Rabu, 23 Januari 2019 | 22:35

| Dibaca : 1609

Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menyerahkan pelakat kepada Deputi Kelembagaan Kemenkop RI Profesor Rully Indrawan saat Rapat Anggota Tahunan 2018 di Spring Club, Gading Serpong, Rabu (23/1/2019). (TangerangNews/2018 / Mohamad Romli)

 

TANGERANGNEWS.com-Koperasi syariah (Kopsyah) Benteng Mikro Indonesia (BMI) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018 di Spring Club, Gading Serpong, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/1/2019).

Selain dihadiri 550 orang delegasi anggota se-Banten dari cabang Tangerang 1, cabang Tangerang 2, cabang Serang, cabang Lebak dan cabang Pandeglang, rapat itu juga dihadiri Deputi Kelembagaan Kemenkop RI Profesor Rully Indrawan, Wakil Ketua Dekopin Teguh Boediyana, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Tabrani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangerang serta mitra perbankan dan mitra non perbankan.

Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menyerahkan pelakat kepada Deputi Kelembagaan Kemenkop RI Profesor Rully Indrawan saat Rapat Anggota Tahunan 2018 di Spring Club, Gading Serpong, Rabu (23/1/2019).

Dalam rapat itu, Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Kopsyah BMI tersebut memaparkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai oleh koperasi yang saat ini memiliki anggota per Desember 2018 sebanyak 144.544 orang dengan jumlah aset  sebesar Rp499 Miliar lebih. Sementara untuk kinerja 2018, pada 31 Desember 2018, Kopsyah BMI mencatatkan SHU setelah pajak sebesar Rp16 Miliar lebih.

"RAT ini bentuk pertanggungjawaban kami kepada seluruh anggota dan stakeholder, juga bentuk laporan kami," ungkap Kamaruddin.

Pria yang pernah menerima piagam kehormatan Wira Karya Satyalencana dari Presiden Joko Widodo pada 10 Juli 2018 lalu itu menambahkan, melalui RAT itu menjadi pengingat pihaknya untuk terus maju menahkodai koperasi yang berdiri sejak Juni 2003 tersebut.

"Pertumbuhan 2018 sangat baik, aset kita tumbuh 22 persen, kinerja rata-rata diatas 95 persen," imbuhnya.

Kopsyah BMI yang kini telah memiliki 5 kantor cabang dan 41 kantor cabang pembantu serta 686 karyawan itu membuka diri untuk berbagi pengalaman praktek serta pengetahuan kepada setiap individu maupun lembaga yang tertarik untuk mempelajari hal-hal terkait koperasi. Karena pada kesempatan itu, turut diluncurkan juga buku panduan Model BMI Syariah, yakni sebuah buku Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai petunjuk Operasional Kopsyah BMI yang bisa diluncurkan untuk publik.

Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menyerahkan pelakat kepada Deputi Kelembagaan Kemenkop RI Profesor Rully Indrawan saat Rapat Anggota Tahunan 2018 di Spring Club, Gading Serpong, Rabu (23/1/2019).

Selain itu, turut diluncurkan juga produk terbaru dari koperasi tersebut, yaitu SITASYA (Simpanan Tamasya), sebuah produk yang diperuntukan untuk anggota yang memang memiliki rencana liburan dengan cara menyimpan di Kopsyah BMI. 

Kemudian juga, Kopsyah BMI meluncurkan produk terbaru lainnya, yaitu Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Koperasi ini bergerak dengan produknya yaitu toko bangunan (toko material) yang melayani kebutuhan bahan material bagi anggotanya.

"Tahun ini kita buka tiga toko bangunan, nanti juga akan buka kafe dan grosir sembako juga," tukasnya.

Dalam RAT itu juga, 3 anggota mendapatkan kesempatan umroh gratis setelah dilakukan pengundian secara terbuka.(RMI/HRU)

OPINI
Pemilukada Tahun 2010

Pemilukada Tahun 2010

Rabu, 20 Mei 2020 | 16:53

Oleh : Zulpikar, Komisioner bawaslu Kabupaten Tangerang

SPORT
Persita Gagal Curi Poin di Kandang Persikabo

Persita Gagal Curi Poin di Kandang Persikabo

Minggu, 15 Maret 2020 | 23:13

TANGERANGNEWS.com–Persita Tangerang gagal meraih poin saat bertandang ke Stadion Pakansari, Bogor.

MANCANEGARA
Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Malas Merawat, Ibu di China Dikubur Hidup-hidup Anaknya

Minggu, 10 Mei 2020 | 10:24

TANGERANGNEWS.com-Nasib malang dialami seorang ibu di China. Dia dikubur hidup-hidup oleh sang anak lantaran enggan merawatnya. Beruntung dia berhasil selamat

"Belajar dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, berharaplah untuk hari esok "

Albert Einstein