Connect With Us

Pengangguran di Banten Tertinggi di Indonesia

| Rabu, 12 Mei 2010 | 17:58

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS-Jumlah pengangguran di Provinsi Banten pada periode Februari 2010 mencapai 627.828 orang. Jumlah pengangguran di Banten ini, menduduki peringkat tertinggi di Indonesia. Tingginya jumlah pengangguran, salah satunya disebabkan banyaknya pendatang dari daerah lain yang masuk ke Provinsi Banten.
 
Menurut Kepala Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Bambang Luarso mengatakan, urutan tertinggi ke dua jumlah pengangguran setelah Provinsi Banten yakni DKI Jakarta dan Jawa Barat. “Banyak pendatang yang masuk ke Banten, dan itu salah satunya penymbang
angka pengangguran,” kata Bambang Luarso, hari ini.
 
Jumlah penganggur di Banten pada periode Februari 2010 ini, kata Bambang, mencapai 627.828 orang atau menurun sebanyak 24.634 orang. Jika dibandingkan dengan Desember 2009 yang lalu, jumlah pengangguran mencapai 652.462 orang. “Penurunan untuk jumlah pengangguran di Banten ini, salah satunya disebabkan hampir semua daerah di Provinsi Banten memasuki musim
tanam,” ujar Bambang.(tm/dira)
 

KOTA TANGERANG
Polisi Ingatkan Pemudik yang Melintas di Tangerang Agar Istirahat Jika Lelah

Polisi Ingatkan Pemudik yang Melintas di Tangerang Agar Istirahat Jika Lelah

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:23

Petugas satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota membagikan flyer keselamatan serta mengingatkan pengendara untuk beristirahat jika mengalami kelelahan saat berkendara.

NASIONAL
Meski Sudah Dirumuskan, Pemerintah Masih Belum Buka Rekrutmen ASN 2026 

Meski Sudah Dirumuskan, Pemerintah Masih Belum Buka Rekrutmen ASN 2026 

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:31

Pemerintah memastikan rencana rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) tahun 2026 sebenarnya sudah mulai dirumuskan. Namun, keputusan terkait pembukaan formasi CPNS maupun PPPK 2026 masih belum diumumkan karena pemerintah masih menahan penetapan final.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill