Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TANGERANGNEWS.com-Jajaran struktur organisasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Banten secara resmi dilantik.
Pelantikan secara langsung dilakukan oleh Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya di Alium Hotel Tangerang, pada Minggu (3/3/2019).
Rangkaian pelantikan terlebih dulu dilakukan dengan doa menurut agama Buddha. Selanjutnya, para pengurus disumpah menurut ajaran agama tersebut.
Ketua Umum DPP Walubi Siti Hartati Murdaya mengatakan, dengan resminya pengurus DPD Provinsi Banten ini, diharapkan bisa menjalankan tugas dengan baik.
Selain itu, para pengurus yang melingkupi 8 kabupaten/kota ini juga diharapakan pula dapat hidup dengan kerukunan umat beragama di Indonesia.
"Semoga dapat membawa kemajuan di kota dan membawa nama besar Walubi menjadi lebih besar lagi serta hidup rikun sesama umat beragama," ujarnya.
Setelah dilantik, para pengurus juga melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Ketua DPD Walubi Banten terpilih Ricky Tansil berharap dapat memberikan solusi dalam permasalahan yang sedang dihadapi umat Buddha.
“Dengan diadakannya Rakerda ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif tidak hanya oleh Walubi, akan tetapi seluruh umat Buddha,” jelasnya.
Disamping itu, lanjut dia, Rakerda ini dapat lebih meningkatkan peran Walubi dalam mengelola umat Buddha khususnya di Provinsi Banten.
“Ini akan dapat memberikan peluang yang sangat baik untuk mengembangkan program - program pembinaan organisasi maupun pembinaan umat Buddha di wilayah Banten,” tukasnya.(RAZ/RGI)
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TODAY TAGKasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews