Connect With Us

Kekurangan APD, Anak Usaha Krakatau Steel Beri Bantuan ke Tenaga Medis di Cilegon

Mohamad Romli | Senin, 30 Maret 2020 | 12:42

Karyawan PT Krakatau Bandar Samudeta (KBS), anak usaha PT Krakatau Steel menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis di Cilegon, Senin (30/3/2020). (@TangerangNews / Mochamad Iqbal)

TANGERANGNEWS.com-Karyawan PT Krakatau Bandar Samudeta (KBS), anak usaha PT Krakatau Steel menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis di Cilegon. Bantuan itu diberikan mengingat tenaga medis di Cilegon kekurangan APD untuk menghadapi wabah corona.

Bantuan APD itu diberikan ke RSUD Cilegon dan RS Krakatau Medika. Bantuan APD diserahkan dari hasil sumbangan karyawan PT KBS.

"Ditengah situasi terbatasnya APD bagi tenaga medis dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia khususnya Cilegon, kami berinisiatif untuk memberikan bantuan APD kepada para tenaga medis RSKM dan RSUD Cilegon sebagai garda terdepan melawan COVID-19. Kita semua perlu bersatu saling mendukung agar situasi ini segera berlalu," kata Direktur Utama PT KBS, Alugoro Mulyowahyudi, Senin (30/3/2020). 

Karyawan PT Krakatau Bandar Samudeta (KBS), anak usaha PT Krakatau Steel menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis di Cilegon, Senin (30/3/2020).

Alugoro menyampaikan, bantuan itu diharapkan dapat membantu tenaga medis di Cilegon yang sedang berjuang di garis depan melawan COVID-19 yang tengah mewabah di Indonesia.

Ketua Himpunan Karyawan (HIMKAR) PT KBS, Heri Setiawan menyampaikan bahwa gotong royong bersama ini merupakan wujud kepedulian PT KBS dan Group terhadap kesehatan dan 

keselamatan tenaga medis yang bertugas melayani masyarakat di tengah pandemi virus Corona, 

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat mendukung kelancaran para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya dan pandemi virus corona ini dapat segera berlalu” ujar Heri. (RMI/RAC)

KAB. TANGERANG
Rencanakan Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa, Ayah dan Anak Terancam Hukuman Mati

Rencanakan Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa, Ayah dan Anak Terancam Hukuman Mati

Senin, 8 Juni 2026 | 23:00

Barma Tama, 42, dan M Supriadi 17, seorang ayah dan anak ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan seorang pedagang cilok berinisial P, 33, di kontrakannya di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill