Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:44
Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
TANGERANGNEWS.com-BANTEN, FHI 360 mengundang Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) untuk mengajukan Permohonan Kerja Sama (Request for Application) untuk menjadi Mitra Utama (Lead Partner) dari Program MADANI di Kota Tangerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang atau Kabupaten Tangerang di Banten.
Mitra Utama akan mendapatkan dukungan untuk menyelenggarakan Simpul Belajar yang melibatkan pemangku kepentingan di setiap kota/kabupaten dan bantuan teknis dari para ahli. MADANI adalah program lima tahun yang didukung USAID untuk memperkuat akuntabilitas pemerintah daerah dan keberagaman sosial di Indonesia dengan meningkatkan kapasitas, legitimasi, dan keberlanjutan OMS di 32 kota/kabupaten di enam provinsi Indonesia
Untuk mengakses instruksi lebih detail dan dokumen mengenai Permohonan Kerja Sama ini, silahkan buka tautan berikut: https://www.ngoconnect.net/indonesia-madani-request-applications-lead-partner. Lingkup Pekerjaan dan Aplikasi Teknis lengkap juga dapat diminta langsung dari [email protected]. Referensi “MADANI RFA Lead Partner” di baris subjek.
Batas akhir pengajuan: Permohonan yang sudah dilengkapi dengan dokumen yang dibutuhkan harus dikirimkan melalui email ke [email protected] dengan subjek “MADANI Lead Partner_Nama Organisasi” paling lambat Jumat, 19 Juni 2020, 18:00 WIB. (HDR)
Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
TODAY TAGWarga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mulai memperkuat fasilitas kesehatan (faskes) sebagai upaya mengantisipasi potensi temuan penyebaran virus Nipah di wilayahnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews