Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Warga Cilegon antusias mengikuti rapid test drive thru gratis di Jalan Bonakarta. Target Dinas Kesehatan Provinsi Banten sebanyak 1.000 orang mengikuti kegiatan tersebut.
Rapid test drive thru ini digelar mulai 16-18 Juni di Cilegon. Pemerintah menyiapkan kuota 3.000 alat rapid test bagi warga Cilegon. Mereka yang ingin mengikuti rapid test terlebih dahulu mendaftar via daring yang sudah disediakan.
"Itu programnya Pemprov Banten, kuota yang disediakan 3.000, dibagi 3 sesi, per sesi itu disediakan 1.000 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Cilegon, Aziz Setia Ade, Selasa (16/6/2020).
Warga Cilegon berbondong-bondong antre mengikuti rapid test tersebut. Ada yang menggunakan sepeda motor dan mobil. Petugas kesehatan langsung mengambil sampel darah, para pengendara tak perlu turun.

Salah seorang warga, Suwardi mengatakan, dirinya mengikuti rapid test atas inisiatif diri sendiri. Ia mengikuti rapid test lantaran di lingkungan rumahnya ada warga yang positif Corona.
"Karena memang di komplek juga ada yang positif ya, jadi makanya antisipasi saja," katanya kepada wartawan, Selasa (16/6/2020).
Suwardi bersama istrinya ikut rapid test untuk memastikan apakah ada indikasi dirinya terpapar virus Corona. Ia yang tinggal di komplek dekat RSUD Cilegon tersebut sudah antre sejak pagi hari. (RMI/RAC)
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGIndustri penerbangan dan pariwisata nasional dapat angin segar. PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian dengan menurunkan harga bahan bakar pesawat (Avtur) domestik yang berlaku efektif mulai hari ini, 1 Juni 2026.
Kini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews