Connect With Us

2 Pekan Menghilang, Hijaber Cantik Banten Diduga Diculik Pacar

Redaksi | Selasa, 7 Juli 2020 | 20:55

Hijaber cantik Banten yang dua pekan menghilang setelah pamit mau menjenguk kekasih. (BantenNews / BantenNews)

 

TANGERANGNEWS.com-Seorang perempuan cantik berjilbab (hijaber) dikabarkan sudah dua pekan tak kembali ke kediamannya di Kota Serang, Banten.

Hijaber tersebut Tatik Wuryati, 30, seorang pelayan pecel lele di Griya Permata Asti, Dalung, Cipocok Jaya, Kota Serang.

 

Yang membuat was-was pihak keluarga, perempuan asal Klaten, Jawa Tengah terakhir pamitan untuk menengok pacarnya yang disebutnya sedang terbaring sakit di RSUD Cilegon.

Antara Tatik dengan pria yang belum diketahui namanya itu, berkenalan melalui akun media sosial Facebook. Pria itu menggunakan nama akun anonim Elang Cakrawala.

Ibu tiga anak itu sedang dalam kondisi galau akibat mahligai rumah tangganya diambang perceraian dengan sang suami. Sudah setahun mereka tidak tinggal serumah.

Dalam situasi demikian, Tatik mendapat teman curhat di Facebook sejak 3 bulan terakhir.

Belakangan, Tatik menganggap pria dengan akun Elang Cakrawala itu sebagai kekasihnya.

“Kenalan di Facebook. Mungkin sudah 3 bulan ini mereka komunikasi,” kata Ugi Sugiharti, kerabat korban yang menjalankan usaha pecel lele tempat Tatik bekerja, Senin (6/7/2020) dilansir dari BantenNews.com.

Sebelum meninggalkan rumah, Ugi mengaku tengah mengajak Tatik ke Pasar Induk Rau untuk belanja kebutuhan warung pecel lele pada 25 Juni 2020 lalu. Dalam perjalanan, Tatik meminta izin kepada Ugi bahwa siangnya ia akan menjenguk kekasihnya yang sedang terbaring sakit akibat infeksi luka tusuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon.

Siang pukul 11.30 WIB, Tatik berangkat dengan menggunakan angkutan online menuju RSUD Cilegon.

“Dia bilang kalau pacarnya itu kerja di pelayaran. Orang Bali katanya,” ujar Ugi menirukan penuturan Tatik sebelum meninggalkan rumah.

Hingga malam hari, Tatik tak kunjung pulang. Hingga tengah malam kerabat korban mengaku cemas dengan keselamatan Tatik.

“Saya sudah lapor ke Polsek Cipocok, Kota Serang, Jumat lalu. Khawatir terjadi apa-apa,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan warung pecel lele, Tatik sempat terpantau dari kamera CCTV. Ia terlihat mengenakan rok panjang, jilbab, dan tas gendong kecil berwarna merah.

“Saya sudah telpon juga keluarga yang di Klaten, malah kaget tidak percaya,” katanya.

Pihak keluarga berharap agar siapa saja yang melihat Tatik agar melaporkan kepada keluarga atau menghubungi pihak kepolisian terdekat.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill