Connect With Us

SPSI Minta Gubernur Banten Tetapkan SK Kenaikan UMK 2022 Sebesar 10% 

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 30 November 2021 | 15:46

Perwakilan buruh berswa foto bersama saat menjalani aksi demo terkait penetapan Surat Keputusan (SK) UMK 2022. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Gubernur di seluruh Indonesia sudah harus menetapkan Surat Keputusan (SK) UMK 2022. Namun setiap tahun kenaikannya selalu menimbulkan perdebatan karena pemerintah harus mengakomodir tuntutan pekerja dan pengusaha.

Tahun ini Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta kenaikanya ditetapkan sesuai PP/36 Tahun 2021. Sedangkan buruh menginginkan kenaikan bukan menggunakan ketentuan tersebut, melainkan disesuaikan dengan inflasi pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Mengingat PP 36 merupakan turunan dari UU Ciptakerja No 11/2020. Belajar dari pengalaman SK Upah Minimum Propinsi hampir seluruh Gubernur di seluruh Indonesia menetapkan kenaikannya berdasarkan regulasi PP/36," ujar Dewa Sukma Kelana, Ketua DPD FSP LEM SPSI Banten, Selasa 30 November 2021.

Penetapan UMK Gubernur Banten diminta tidak lagi menggunakan PP/36. Mengingat PP/36 sudah tidak berlaku lagi sejak putusan Judicial Reviuw (JR) UU Ciptakerja No 11/2020 (Omnibuslaw) oleh Mahkamah Konstitusi, yang sebagian amar putusanya menyatakan UU tersebut Inkonstitusional dan melanggar UUD 1945.

Namun menurut Dewa, secara logis jika UU Ciptaker Inkonstitusional meskipun bersyarat tentu turunanya menjadi inkonstitusional pula, termasuk PP/36.

Apalagi terdapat kata-kata pemerintah tidak boleh mengeluarkan aturan yang bersifat strategis sampai dengan UU Ciptakerja di revisi selama 2 tahun oleh pembuat UU, dalam hal ini tentu saja DPR dan pemerintah.

"Berdasarkan itu, wajar jika seluruh buruh dan pimpinan-pimpinan SP/SB di Banten meminta kepada Gubernur Banten untuk menetapkan kenaikan upah sebesar 10% atau setidak-tidaknya sesuai angka realistis yang disepakati oleh LKS Tripartit Propinsi Banten sebesar 5,4%, dimana di dalamnya terdapat unsur pekerja, pengusaha dan pemerintah," jelas Dewa.

Dewa meyakini Gubernur Banten akan mendengar aspirasi buruh Banten sebagai rakyatnya. Jika kenaikan UMK di SK-kan sesuai dengan angka yang direkomendasikan tersebut, tentu buruh seluruh Banten akan memberikan apresiasi yang setinggi-tinginya terhadap gubernur Banten.

"Karena telah mendengar menerima dan merealisasikan keinginan atau aspirasi rakyatnya. itu sebagai bhakti dan bukti Gubernur Banten mendukung terwujudnya hubungan industrial yang harmonis di Banten, tentu kami pun berkewajiban menjaga kondusifitas perekonomian dan invesatasi di Banten jika aspirasi kenaikan UMK sesuai rekomendasi itu terwujud," katanya.

KAB. TANGERANG
Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Pasar Kemis, Hasil Forensik Sebut Laki-laki Berusia 50 Tahun

Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Pasar Kemis, Hasil Forensik Sebut Laki-laki Berusia 50 Tahun

Jumat, 25 September 2026 | 21:34

Penemuan kerangka manusia kembali menghebohkan warga di Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

BISNIS
Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Pakons Prime Hotel Tangerang Hadirkan Wedding Showcase, Tawarkan Paket Mulai Rp32 Juta

Jumat, 25 September 2026 | 22:29

Pakons Prime Hotel Tangerang menggelar Showcase Wedding selama dua hari selama tanggal 25 hingga 26 September 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill