Connect With Us

Sebelum Gempa Banten, Muncul Geger Lintang Dekati Bibir Pantai Citepus

Tim TangerangNews.com | Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:48

Kemunculan Geger Lintang atau Hiu Paus di Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Jabar yang sempat difoto wisatawan beberapa jam sebelum terjadi gempa Banten M 6,6 pada Jumat 14 2022. (@TangerangNews / Dokumentasi pribadi)

TANGERANGNEWS.com - Beberapa jam sebelum gempa bumi dengan Magnitudo 6,6 yang berpusat di Sumur, Banten muncul Geger Lintang atau lebih dikenal Hiu Paus atau Hiu Bentang yang berenang mendekati bibir Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat 14 Januari 2022. 

"Hiu Paus tadi memang sempat berenang mendekati bibir Pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Kemunculannya sekitar pukul 10.00 WIB dan beberapa wisatawan sempat memotret dan merekamnya dengan handphone dan kebetulan saya juga berada di lokasi," kata petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Asep Saepulloh kepada wartawan di Sukabumi, Jumat 14 Januari 2022, seperti dikutip dari Antara.

Asep menerangkan, warga di Pelabuhanratu menyebut Geger Lintang ini dengan sebutan Hiu Bentang, meskipun berukuran besar tetapi tidak menyerang manusia. Kemungkinan Hiu Bentang mendekati bibir pantai karena sedang menyantap ikan-ikan kecil atau plankton.

Namun begitu, Asep mengaku dirinya tak ingin mengaitkan kemunculan Geger Lintang ini dengan kejadian gempa bumi yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten pada pukul 16.05 WIB.

Asep menganggap kemunculan hiu bernama ilmiah Rhincodon typus tengah mencari makan. Tapi harus diakui Hiu Bentang sangat jarang melintas di Pantai Citepus dan sekitarnya apalagi sampai mendekati bibir pantai.

"Kaitan kemunculan Hiu Bentang dengan kejadian gempa saya kurang paham dan saya menganggap hiu tersebut tengah makan yang kemungkinan sumber pakannya sedang banyak di sekitar bibir Pantai Citepus," tutur dia.

Lebih lanjut Asep mengatakan, saat Hiu Bentang ini muncul ke permukaan laut kondisi pantai saat itu sedang sepi pengunjung dan hanya terlihat beberapa wisatawan saja. Namun, ia tetap memberikan imbauan untuk menjauhi pantai dan tidak mendekat hewan yang terancam punah ini.

Menurut Asep, walaupun tidak memangsa atau menyerang orang, tetapi tetap berbahaya karena kibasan dari ekor maupun siripnya yang berukuran besar bisa melukai manusia. Kemunculannya memang tak lama tapi tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan. Oleh karena itu ia mengimbau agar wisatawan tidak nekat atau penasaran untuk mendekatinya.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

KOTA TANGERANG
Toyota Raize Ludes Terbakar di Pondok Aren Tangsel Akibat Korsleting Listrik

Toyota Raize Ludes Terbakar di Pondok Aren Tangsel Akibat Korsleting Listrik

Senin, 7 September 2026 | 21:51

Satu unit mobil Toyota Raize dengan nomor polisi B-1334-MIS ludes terbakar di kawasan Jalan Sutera Utama, Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin 7 September 2026, malam.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill