Connect With Us

Kecurangan SPBU di Serang Banten Terbongkar, Kurangi Takaran dengan Remote Control

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 23 Juni 2022 | 10:23

Petugas menunjukkan alat remote control yang digunakan untuk mengurangi takaran BBM di SPBU Serang, Banten. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Aksi kecurangan perdagangan BBM di SPBU Gorda Nomor: 34-42117, di Jalan Raya Serang, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, dibongkar aparat Polda Banten.

Modus kecurangan itu dilakukan dengan cara memodifikasi mesin dispenser BBM dengan menggunakan alat berupa remote control.

Hal itu terbukti setelah aparat Polda Banten melakukan pemeriksaan langsung ke SPBU tersebut, pada Senin 20 Juni 2022.

"Ada kecurangan penjualan BBM berjenis Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar yang dilakukan oleh petugas SPBU tersebut, dengan cara melakukan pengaturan pada mesin dispenser yang sudah dimodifikasi,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga seperti dilansir dari Antara, Rabu 22 Juni 2022.

Dua orang tersangka diamankan dalam aksi tersebut, yakni BP, 68, yang menjabat sebagai manager SPBU dan FT, 61, sebagai pemilik SPBU.

Kabid I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Chandra Sasongko mengatakan, para pelaku memodifikasi dispenser BBM dengan menambahkan komponen elektrik remote control serta saklar otomatis.

Akibatnya, BBM yang dibeli pelanggan tidak sesuai dengan ukuran takaran timbangan baik isi bersih, berat bersih, atau jumlah yang sebenarnya.

"Kecurangan penjualan BBM tersebut telah berlangsung sejak 2016 sampai Juni 2022. Para pelaku mendapat keuntungan sebesar 4-5 juta per hari, dengan jumlah total keuntungan sekitar Rp7 miliar,” tegas Chandra.

Selain mengamankan dua tersangka, petugas pun menyita sejumlah barang bukti berupa 2 unit remote control, 4 alat relay yang terpasang pada masing-masing dispenser BBM, 1 bundel slip setoran margin, 1 bundel slip setoran surplus, 4 unit handphone, 7 bundel arsip berita acara permodalan SPBU Nomor : 34-42117, 4 unit CPU, 1 buah ATM, 1 buah buku tabungan, dan 2 bundel rekening koran.

Sementara itu, Fungsional Pengawas Kemetrologian Maman Arifrahman pihaknya bersama Polda Banten ikut dilibatkan dalam pemeriksaan SPBU tersebut menggunakan alat bernama Push.

Pemeriksaan dilakukan dengan pengujian atar menggunakan Push secara ukur standar yang kapasitasnya 20 liter. Hasilnya, dispenser 01 temuan susutnya kurang lebih 500 ml.

"Julah susut tersebut takarannya jauh melebihi batas yang diijinkan oleh peraturan Kementrian Perdagangan No 23 tentang teknis bejana ukur," katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 8 ayat 1 huruf c Jo Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 27, Pasal 30 Jo Pasal 32 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal Jo Pasal 55 ayat 1 dan atau Pasal 56 dengan hukuman minimal 5 tahun penjara.

KAB. TANGERANG
Bareskrim dan BNN Grebek Kelab Malam di PIK 2 Tangerang, 6 Positif Narkoba

Bareskrim dan BNN Grebek Kelab Malam di PIK 2 Tangerang, 6 Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:31

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar operasi penertiban narkotika skala besar di sejumlah kelab malam di wilayah Jakarta dan Tangerang.

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

KOTA TANGERANG
Kabupaten Tangerang Didorong Punya Sirkuit Drag Bike

Kabupaten Tangerang Didorong Punya Sirkuit Drag Bike

Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:50

Ribuan warga tumpah ruah di Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang untuk menonton ajang Drag Race Bike Kejuaraan Provinsi Banten Piala Bupati Tangerang yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill