Connect With Us

LIRA : Demokrasi Terkekang di Kota Tangerang

| Kamis, 7 Juli 2011 | 19:13

| Dibaca : 55244

LIRA (tangerangnews / dira)

 

TANGERANG-Perhelatan demokrasi lokal di Banten sudah digulirkan oleh KPU dan Panwaslu Banten. Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Banten berharap proses penyelenggaraan Pemilihan Gubernu Banten (Pilgub) bisa berjalan dengan aman, nyaman dan demokratis.
 
Sejalan dengan semangat yang sama, LIRA berharap kualitas proses penyelenggaraaan Pilgub mampu melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan berintegritas hasil “ijtihad politik” masyarakat Banten dengan pihan yang cerdas.

Oleh karenanya, LIRA berharap seluruh komponen masyarakat Banten wajib ikut dalam proses pengawasan dan mensukseskan hajat demokrasi lokal lima tahunan tersebut.

Suhalimi Ismedi, Sekda LIRA Provinsi Banten mengatakan, LIRA Banten didorong dengan semangat yang kuat dan membangun kebersamaan dengan seluruh komponen masyarakat Banten berinisiasi membentuk lembaga ad hock sebagai mitra kerja KPUD dan Pawasda.

“Dan kami menitik beratkan di tiga wilayah yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel. Kenapa di sana, karena di tiga wilayah tersebut  jumlah pemilihnya besar dan memiliki resistensi dan potensi politik yang cukup signifikan,” ujar Ismedi, saat menggelar jumpa pers di BSD City, Serpong, Tangsel.

Lembaga add hock dalam LIRA yakni Jaringan Pemilih Cerdas dan Pemantau Independen Tangerang Raya (JAPPitra).    Gubernur LIRA Provinsi Banten Giuseppe Kapojos mengatakan,  dalam Pilgub Banten pihaknya memastikan bersifat netral dan tidak berafiliasi dengan partai atau kandidat manapun. Bahkan ditegaskan oleh Kapojos, pihaknya akan menindak tegas anggota LIRA maupun anggota lembaga add hock yang dibentuk (JAPPitra) apabila terbukti menggunakan organisasi LIRA untuk mendukung salah satu calon Gubernur Banten.

Wali Kota LIRA Kota Tangerang, Yuhendi Alamsyah mengatakan, dalam perjalannya, LIRA menemukan adanya pemilih ganda di Kota Tangerang dengan jumlah besar dengan keterlibatan oknum terorganisir, struktur dan massif dan sistemik, serta adanya pemboikotan pemasangan atribut.

“Ada juga pemboikotan acara Isra Miraj Jazuli Juwaini di Bugel, Karawaci,” kata Yuhendi.
Menurut Yuhendi, demokrasi di Kota Tangerang telah terkekang. “Demokrasi di Kota Tangerang telah terkekang, mulai dari lurah, camat dan PNS digiring untuk satu kandidat. Ini sangat menyedihkan bagi nilai-nilai demokrasi itu sendiri,” terang Yuhendi. (DRA)

BANTEN
Mobil Hasil Curian Ditemukan di Pelabuhan Merak, Pelaku Kabur

Mobil Hasil Curian Ditemukan di Pelabuhan Merak, Pelaku Kabur

Jumat, 20 September 2019 | 19:15

TANGERANGNEWS.com-Sebuah mobil MPV berwarna hitam A 1236 TU dicuri dan ditemukan di Pelabuhan Merak. Pelaku dilaporkan kabur saat hendak menyeberangkan barang curiannya ke Sumatera.

MANCANEGARA
Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Fethullah Gulen Tuding Erdogan Rusak Demokrasi Turki

Selasa, 26 Maret 2019 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Ulama kharsimatik, Fethullah Gulen menilai demokrasi di Turki telah dirusak Presiden Recep Tayyip Erdogan. Namun Fethullah Gulen percaya kondisi itu tak akan berlangsung lama.

TANGSEL
Ramaikan Kadiv Humas Polri Cup, Wartawan Tangsel Gugur di Perdelapan Final

Ramaikan Kadiv Humas Polri Cup, Wartawan Tangsel Gugur di Perdelapan Final

Minggu, 22 September 2019 | 16:55

TANGERANGNEWS-com-Sebanyak 24 tim futsal wartawan se-Jabodetabek plus Banten dan Papua Barat bertanding merebuti tropi Kadiv Humas Cup 2019 di Planet Futsal, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (22/9/2019).

KAB. TANGERANG
Satu Korban Kecelakaan Maut Saat Antar Jenazah Dimakamkan di Suradita

Satu Korban Kecelakaan Maut Saat Antar Jenazah Dimakamkan di Suradita

Jumat, 20 September 2019 | 22:48

TANGERANGNEWS.com-Jenazah Imam, 20, warga Griya Serpong Asri blok F RT 01/05, Desa Suradita Kecamatan Cisauk, telah dimakamkan di TPU Suradita, Jumat (20/9/2019).

"Semua pengalaman dalam hidup mengajarkan pada kita hal - hal yang penting untuk terus maju."

Brian Tracy