Connect With Us

Kejati Banten Usut Proyek Pengadaan Kapal Nelayan Rp10,4 M

| Minggu, 29 Juli 2012 | 15:07

| Dibaca : 630

Ilustrasi. (tangerangnews / tangerangnews)


Reporter : Fuady Budi

SERANG
-Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menetapkan status perkara dugaan korupsi proyek pengadaan delapan unit kapal motor nelayan senilai Rp10,4 miliar, di Dinas Kelautan dan Perikana (DKP) Provinsi Banten ke penyelidikan.
 
Penetapan status kasus ini setelah penyidik melakukan penelaahan terhadap perkara tersebut. Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Banten Dicky R Rahardjo mengatakan, ditetapkanya kasus tersebut ke penyelidikan, setelah dikeluarkanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Pelaksanaan Penyelidikan (SPDPP) oleh Kejati Banten pada Rabu (25/7).
Dengan ditingkatkanya status perkara ini, penyidik sudah bisa memulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, untuk memperdalam kasus bantuan kapal terhadap kelopok nelayan di sejumlah pesisir di Provinsi Banten. “Iya kasusnya sudah masuk ke penyelidikan, dan telah mulai meng-agendakan keterangan saksi-saksi,” ujar Dicky.

Selain akan memeriksa saksi-saksi, penyidik juga akan mencari tim ahli untuk memeriksa spesifikasi kapal, mulai dari kapasitas hingga jenis kayu yang digunakan untuk membuat kapal tersebut. “Dahulu kita sudah minta Sahbandar Karangantu. Namun, katanya tidak bisa. Makanya kita nyari ke Departemen Perhubungan,” ungkap Dicky.
 
Menurut Dicky, pihaknya sengaja mencari tim ahli dari Departemen Perhubungan (Dephub) karena selain tugas pokok dan pungsi (tupoksi), Dephub juga sebagai atasan dari Sahbandar yang ada disetiap Pelabuhan di Indonesia. “Kita sudah koordinasi, tapi tim ahlinya belum bisa diturunkan, kita masih nunggu kabar dari pusat,” tukasnya.

Kasus yang ditangani Kejati Banten ini, bermula dari adanya laporan masyarakat, yang menuding proyek bantuan delapan unit kapal untuk nelayan di beberapa titik, di-antaranya Kasemen, Malingping, Pandeglang dan Tangerang, senilai Rp10, 4 miliar itu tidak sesuai spesifikasi kapal.
 
Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Banten, Mustaqim mengatakan, sesuai jadwal pada Kamis (26/7) dan Jumat (27/7) Penyidik Kejati Banten meng-agenda-kan pemeriksaan terhadap pejabat lainnya diantaranya, yakni Kepala Dinas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan saksi lainya.

Dengan tidak hadirnya para saksi itu, kata Mustaqim, penyidik akan segera menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap ketujuhnya.

HIBURAN
Pertama, Festival Dangdut Indonesia Bikin Amerika 'Bergoyang'

Pertama, Festival Dangdut Indonesia Bikin Amerika 'Bergoyang'

Sabtu, 10 September 2016 | 19:50

TANGERANGNews.com-Suasana pusat kota Wilmington, Delaware, AS terasa berbeda. Biasanya pada setiap hari libur musim panas, berbagai pertunjukan festival musik digelar di area taman kota.

WISATA
Paguyuban Sunda Tangerang Gelar Festival Kuliner Pasundan

Paguyuban Sunda Tangerang Gelar Festival Kuliner Pasundan

Kamis, 8 September 2016 | 18:00

TANGERANGNews.com-Dalam rangka memperkenalkan heterogenitas budaya yang ada di Kota Tangerang khususnya budaya Sunda, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bekerjasama dengan Paguyuban Pasundan menyelenggarakan Festival Seni Budaya dan Kuliner Pasundan.

KAB. TANGERANG
Salip Kontainer, Pengendara Jupiter MX Tewas di Curug

Salip Kontainer, Pengendara Jupiter MX Tewas di Curug

Sabtu, 24 September 2016 | 20:16

TANGERANGNews.com- Hendak menyalip kontainer, Sugianto warga Desa Saga, Balaraja, Kabupaten Tangerang terlindas hingga tewas di Jalan Raya STPI Curug Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

MANCANEGARA
Kisah Desa dengan 800 Patung Batu Seram

Kisah Desa dengan 800 Patung Batu Seram

Sabtu, 17 September 2016 | 20:00

TANGERANGNews.com-Kalau kamu datang ke desa ini, mungkin kamu akan mendapati pemandangan yang tak biasa. Ratusan patung batu menyeramkan berbaris, tanpa berkedip. Seakan menyambut kedatanganmu di desa ini.

"Engkau yang bersabar dalam keringat dan airmata, akan berbahagia dalam kedamaian dan kesejahteraan."

Mario Teguh