Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANG- Toko ritel besar asal Inggris, Courts telah membuka secara resmi megastore-nya pada Sabtu (23/1/2016) pagi.
Gerai yang berada di BSD City, Kabupaten Tangerang itu langsung diserbu oleh pengunjung yang ingin mendapat kupon potongan harga atas barang-barang seperti furniture dan elektronik.
Gerai yang diklaim merupakan yang terbesar se-Asia karena dibangun diatas lahan 22.694 meter per segi, dengan 20.400 meter persegi itu juga menjual perabotan rumah tangga dan gaya hidup dengan varian lebih dari 5.000 merek terkenal.

Tak heran, setelah diresmikan beberapa menit sejak pukul 10.00 WIB tadi, antrean para pengunjung masih terlihat hingga pukul 11.59 WIB.
“Kami bersyukur dan senang akhirnya dapat membuka kembali megastore kami yang kedua setelah di Bekasi,” ujar Roy Santoso, CEO PT Courts Indonesia.
Menurut dia, sama dengan di Bekasi, di Tangerang pun juga pihaknya akan memberikan pengalaman berbelanja yang nyaman melalui zona unik, seperti live zone, play zone, sleep zone dan market hati.
“Ini adalah one-stop shopping yang terbesar se Asia,” terangnya.
Hadir dalam kesempatan itu, CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja dan Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra.
“Dengan adanya Courts tentu semakin menambah kelengkapan hidup di BSD City,” terangnya.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGKetika proses pemadaman kebakaran menggunakan helikopter di TPA Jatiwaringin menjadi daya tarik tersendiri, terutama di mata anak-anak yang sedang menikmati masa libur sekolah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
PT Pertamina (Persero) terus memantau kemungkinan pergeseran konsumen bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke BBM subsidi seiring lebarnya selisih harga antara Pertamax dan Pertalite.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews