Connect With Us

BSD City Gelar Lomba Digital bagi Komunitas Pengembang Teknologi

Denny Bagus Irawan | Sabtu, 1 Oktober 2016 | 20:00

| Dibaca : 513

Sinar Mas Land melalui BSD City berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta IBM menggelar “Hackathon” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com- Sinar Mas Land melalui BSD City berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta IBM menggelar “Hackathon” di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

 Acara tersebut merupakan tempat berkumpulnya para komunitas di industri teknologi untuk saling berlomba dalam menghadirkan berbagai inovasi serta menciptakan aplikasi yang berkualitas dan bermanfaat, dimana aplikasi tersebut nantinya dapat dikembangkan baik menjadi suatu bisnis yang baru maupun digunakan untuk meningkatkan bisnis yang telah ada.


Hackathon merupakan ajang yang tepat dalam mengembangkan inovasi dan terobosan baru khususnya di bidang teknologi. Dengan berkumpulnya para komunitas pecinta teknologi,
maka bisa saling bertukar ide dan pikiran dalam menciptakan suatu aplikasi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, mengingat saat ini teknologi menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat di berbagai belahan dunia.


Irvan Yasni, Chief Technology Officer Sinar Mas Land  menjelaskan, setelah sebelumnya telah berhasil menggelar ajang National Gathering Komunitas Autocad, pada kesempatan kali ini Sinar Mas Land melalui BSD City kembali dipercaya untuk menggelar ajang digital bergengsi, Hackathon.

“Kepercayaan ini merupakan suatu hal yang menggembirakan karena BSD City semakin dipercaya sebagai kota yang memaksimalkan pemberdayaan informasi melalui pengembangan teknologi,”katanya.

 

Kemeriahan Ajang Hackathon

 

Hackathon (gabungan dari kata Hack dan Marathon) merupakan pekan retas yang mengumpulkan para pengembang teknologi dari berbagai kalangan seperti perusahaan start-up, pengembang, pelajar, maupun pecinta teknologi baik lokal maupun regional.

Hackathon berlangsung selama 2 hari dengan dimeriahkan oleh kelompok-kelompok partisipan yang beranggotakan 3 – 4 orang. Hackathon diadakan dengan tujuan untuk mengumpulkan inovasi dan terobosan-terobosan baru dalam menciptakan berbagai macam aplikasi yang dapat mengatasi berbagai permasalahan khususnya dalam bidang ekonomi.

 

“Fenomena yang terjadi saat ini adalah banyak hal-hal kecil yang dapat dioptimalkan menggunakan teknologi seperti proses berjalannya usaha kecil, urusan pembayaran yang menggunakan sistem cashless yang kini bisa dirasakan dari perkotaan sampai ke pelosok dan berbagai hal lainnya yang bisa dimaksimalkan dengan penggunaan teknologi yang tepat. Melihat bahwa saat ini semakin banyak Indonesia yang paham akan teknologi, BRI ingin memanfaatkan BRI Digital Challenge ini untuk mendongkrak kreatifitas untuk meningkatkan produktifitas, efiesiensi sekaligus kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan teknologi aplikasi yang bermanfaat,” tegas Corporate Secretary BRI, Hari Siaga Amijarso.

 

KOTA TANGERANG
Dinas LH Kota Tangerang Kunjungi Jepang Terkait Proyek PLTSa

Dinas LH Kota Tangerang Kunjungi Jepang Terkait Proyek PLTSa

Rabu, 29 Maret 2017 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tangerang mendatangi negara Jepang terkait dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang akan dibangun di kota aklakul karimah tersebur. Kunjungan tersebut dilakukan pekan lalu.

BISNIS
Konsumen Alfamart : Aneh Kok Perseroan Minta Sumbangan

Konsumen Alfamart : Aneh Kok Perseroan Minta Sumbangan

Rabu, 8 Maret 2017 | 13:00

TANGERANGNews.com- Mustolih Siradj konsumen Alfamart yang kini digugat PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menjelaskan kenapa dirinya mempertanyakan donasi yang dipungut perusahaan tersebut.

TOKOH
Keadilan Sosial Kunci Penyelesaian Masalah Bangsa

Keadilan Sosial Kunci Penyelesaian Masalah Bangsa

Senin, 20 Maret 2017 | 12:00

TANGERANGNEWS.com- Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan di hadapan warga Ciputat Tangerang Selatan bahwa keadilan adalah kunci dari penyelesaian permasalahan kebangsaan.

"Ketika satu pintu tertutup, pintu-pintu lainnya terbuka, tetapi kita sering terlalu lama menatap dan menyesali pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka untuk kita."

Alexander Graham Bell