Connect With Us

Berkuda, Bermain Gokart dan Egrang di Pekan Raya Indonesia

Denny Bagus Irawan | Jumat, 4 November 2016 | 16:00

| Dibaca : 744

Berkuda, Bermain Gokart dan Egrang di Pekan Raya Indonesia. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Bermacam permainan yang dapat dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa dapat  dinikmati di Pekan Raya Indonesia yang berlangsung di ICE BSD City, 20 Oktober 2016 – 6 November 2016.

 

Anak-anak dapat merasakan pengalaman seru berkuda di Sheriff Ranch, yang berada di depan hall 10 (outdoor). Di Sheriff Ranch, pengunjung bisa mengendarai kuda (ridding horse) dengan membayar Rp30.000, selain itu pengunjung dapat memberim akan hewan (feeding pet) sepertikelinci, marmut, landak mini, domba, ayam, dan iguana denganmembayar Rp20.000.

 

“Pengunjung bisa berinterak silangsung, menyentuh dan member makan hewan-hewan yang ada di sini.Untuk anak-anak kegiatan feeding pet ini bisa sekaligus mengedukasi dan mengenalkan langsung kepada mereka hewan-hewan yang biasanya hanya dapat mereka lihat di buku-buku cerita atau buku pelajaran.Untuk berkuda hanya khusus untuk anak-anak karena kuda yang besar maksimal menampung berat 30 Kg dan kuda yang kecil maksimal menampung berat 20 kg,” ujar Budy Wijaya, Manager Operasional Sheriff  Ranch.

 

Setelahber kuda dan member makan hewan, pengunjung juga bisa berswafoto (selfie) di stan foto bertema gudang yang menarik.Sepatu boots khas koboi beserta topi koboi dapat digunakan pengunjung sebagai atribut yang mendukung foto.

 

Di hall 9 juga masih banyak permainan menarik yang bisa dinikmati pengunjung yang membawa keluarga, seperti wahana salju Snow Station, wahana rumah hantu Conjuring House, istana balon, trampoline, becak mini, bike park, paintball dan lainnya. Sementara untuk pengunjung yang ingin bermain gokart, tersedia di belakang hall 6 (outdoor).

 

Untuk pengunjung  yang ingin mengenalkan anak-anaknya dengan permainan tradisional seperti egrang, engklek, gasing, telpon-telponan dari kaleng, congklak, bola bekel, ular tangga, halma, dan aneka permainan tradisional lainnya dapat bermain bersama keluarga di Nusantara Hall.

Di sini Kampoeng Hompimpa menyediakan permainan tradisional yang bisa dimainkan secara gratis oleh pengunjung.

Kampoeng  Hompimpa merupakan komunitas yang bertujuan melestarikan, mengembangkan serta mengedukasi masyarakat mengenai permainan tradisional.

KOTA TANGERANG
Politisi Tangerang Rebutan dampingi Arief

Politisi Tangerang Rebutan dampingi Arief

Kamis, 27 April 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah nama disebut-sebut bersedia untuk mendampingi Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam pilkada Kota Tangerang yang akan digelar pada 2018. Tak terkecuali Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi.

BANTEN
Dukung Integrasi Tol Jakarta-Tangerang-Merak, Astra Infra Toll Road Tingkatkan Layanan

Dukung Integrasi Tol Jakarta-Tangerang-Merak, Astra Infra Toll Road Tingkatkan Layanan

Rabu, 26 April 2017 | 11:00

TANGERANGNEWS.com-Sebagai bentuk peningkatan pelayanan di bidang transaksi danuntuk mengurangi antrean menuju Gerbang Tol Karang Tengah, mulai tanggal 9 April 2017 akan diberlakukan integrasi sistem transaksi Ruas Tol Jakarta–Tangerang (segmen Simpang Sus

TOKOH
SOSOK : IPDA Edy Arianto, Kapospol Tanpa Cacat

SOSOK : IPDA Edy Arianto, Kapospol Tanpa Cacat

Rabu, 26 April 2017 | 13:00

TANGERANGNews.com- Disela kesibukanya dalam mengemban amanah sebagai anggota Polri. Ipda Edy Arianto tanpa henti tetap memperhatikan kebersihan lingkungan yang ada di sekitarnya.

NASIONAL
ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

Selasa, 11 April 2017 | 15:00

"Teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni bagaimana supaya proses hukum atas kasus tertentu berhenti," katanya saat dihubungi Tan

"Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri kita. Cobalah lihat kupu-kupu, seandainya saja dia memiliki keraguan, maka dia akan hidup dan mati sebagai seekor ulat bulu yang hanya bisa merangkak."

Larispique Philidor