Connect With Us

Kelapa Sawit Bisa Kuasai Ekonomi Global, Negara Asing Gerah

Denny Bagus Irawan | Jumat, 11 November 2016 | 16:00

| Dibaca : 562

Kelapa Sawit Indonesia. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

TANGERANGNews.com- Kelapa sawit saat ini merupakan komoditas yang amat menjanjikan guna mendukung pertumbuhan perekonomian, terutama di Indonesia. Apalagi dengan kondisi semakin menipisnya sumber minyak bumi dan gas di dunia, pasar global kini semakin membidik kelapa sawit.

 

Demikian diungkapkan ekonom dari Universitas Nasional sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Ekonomi Internasional, Ferdiansyah Ali, Kamis (10/11). Menurut dia, tak ada alasan Pemerintah Indonesia untuk berpihak pada pengembangan industri kelapa sawit nasional.

 

"Pasar internasional kini sadar bahwa sumber minyak bumi dan gas terus berkurang produksinya, harganya pun tak menentu. Minyak sawit menjadi salah satu sumber yang menguntungkan dari aspek kebutuhan dan harga. Nah, itu mulai di bidik sekarang dan jadi perebutan kepentingan global," ujar Ferdiansyah.

 

Dia menyebutkan, prosepek perkebunan kelapa sawit harus diakui berada di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara di Afrika. Banyak negara-negara, terutama di wilayah Eropa, yang berusaha menaruh kepentingannya di tiga kawasan penghasil kelapa sawit tadi agar ke depannya mendominasi pasar global. Apalagi kelapa sawit selain sebagai sumber energi baru, adalah bahan baku dari sekitar 50% produk pangan, kosmetik, dan kebutuhan dasar lainnya.

 

"Pemerintah Indonesia jangan lengah dengan kepentingan negara-negara lain di tingkat global. Kebijakan yang menguntungkan harus diberikan ke industri sawit nasional. Cadangan minyak bumi dan gas kita juga semakin berkurang, sudah saatnya menjadikan kelapa sawit sebagai basis prioritas penerimaan negara," tutur Ferdiansyah.

 

Dia meminta agar pemerintah terus mengampanyekan ke kancah internasional bahwa pengelolaan kelapa sawit Indonesia tidak menganggu stabilitas alam berdasarkan fakta dan data akurat. Selain itu, juga perlu disampaikan bahwa Indonesia siap berkerjasama dalam perdagangan kelapa sawit global guna kepentingan ekonomi nasional.

 

"Namun yang harus di catat bahwa tetap pasokan kebutuhan dalam negeri harus lebih besar daripada ekspor," ucap Ferdiansyah.

 

Banyak bentuk yang dilakukan negara-negara global dalam kepentingan ekonominya di sektor kelapa sawit, khususnya Indonesia sebagai produsen. Fediansyah mencontohkan, tekanan mengubah kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) ke Rountabel for Suistanable Palm Oil (RSPO) adalah salah satunya.

 

"Kalau kebijakan diubah kan Indonesia akan terganggu industri kelapa sawitnya sehingga tidak mampu bersaing di level perdagangan global. Pada akhirnya, harus bernegosiasi ekonomi politik dengan negara asing kemudian membuat kita di bawah dominasi mereka," kata Ferdiansyah.

 

Sebelumnya, Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) merilis data bahwa ekspor kelapa sawit nasional Januari hingga Agustus 2016 mencapai 28 juta ton ke sebanyak 26 negara. Jumlah tersebut semakin meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya menembus ekspor ke 13 negara.

 

Diketahui, industri kelapa sawit Indonesia memang kerap di kampanyekan tidak ramah lingkungan oleh LSM asing. Tetapi berdasarkan data Kementerian Luar Negeri tentang daftar resmi LSM luar negeri yang beroperasi dan bekerjasama dengan pemerintah tahun 2016, isu dilontarkan LSM tersebut justru berasal dari lembaga tidak terdaftar.

 

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

BANDARA
Kereta Tanpa Masinis di Bandara Soekarno-Hatta beroperasi Agustus 

Kereta Tanpa Masinis di Bandara Soekarno-Hatta beroperasi Agustus 

Rabu, 28 Juni 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Kereta tanpa masinis di Bandara Soekarno-Hatta beroperasi pada Agustus 2017. Demikian hal itu diungkapkan Tina T Kemala Intan Director Of Human Capital, IT and General Affair PT Angkasa Pura II, saat ditemui di Posko Utama Lebaran Ban

AYO! TANGERANG CERDAS
Kini Binus Univesity Buka Program Studi Baru Program Profesi Insinyur

Kini Binus Univesity Buka Program Studi Baru Program Profesi Insinyur

Senin, 12 Juni 2017 | 11:00

TANGERANGNEWS.com- Binus University membuka studi baru yakni Program Profesi Insinyur (PPI). Theresia Hastuti, Marketing Communication Binus University mengatakan, hal itu seiring dengan rencana dari pemerintah yang gencar melakukan pembangunan infrastru

WISATA
<i>Coffee Rider</i> Tempat Ngopi Favorit <i>Bikers</i> di Tangerang

Coffee Rider Tempat Ngopi Favorit Bikers di Tangerang

Minggu, 21 Mei 2017 | 13:00

“Awalnya masih berupa kedai dan tempatnya masih outdoor di depan toko baju Monochrome. Tenyata banyak yang suka, anak-anak motor kostum sering mampir untuk ngopi. Karena peminatnya banyak tapi tempatnya kecil, kita pindah ke tempat yang lebih besar di la

"Kita harus mencari kesempatan dalam setiap kesulitan bukannya dilumpuhkan karena memikirkan kesulitan dalam setiap kesempatan."

Walter E. Cole