Connect With Us

Kelapa Sawit Bisa Kuasai Ekonomi Global, Negara Asing Gerah

Denny Bagus Irawan | Jumat, 11 November 2016 | 16:00

| Dibaca : 669

Kelapa Sawit Indonesia. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

TANGERANGNews.com- Kelapa sawit saat ini merupakan komoditas yang amat menjanjikan guna mendukung pertumbuhan perekonomian, terutama di Indonesia. Apalagi dengan kondisi semakin menipisnya sumber minyak bumi dan gas di dunia, pasar global kini semakin membidik kelapa sawit.

 

Demikian diungkapkan ekonom dari Universitas Nasional sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Ekonomi Internasional, Ferdiansyah Ali, Kamis (10/11). Menurut dia, tak ada alasan Pemerintah Indonesia untuk berpihak pada pengembangan industri kelapa sawit nasional.

 

"Pasar internasional kini sadar bahwa sumber minyak bumi dan gas terus berkurang produksinya, harganya pun tak menentu. Minyak sawit menjadi salah satu sumber yang menguntungkan dari aspek kebutuhan dan harga. Nah, itu mulai di bidik sekarang dan jadi perebutan kepentingan global," ujar Ferdiansyah.

 

Dia menyebutkan, prosepek perkebunan kelapa sawit harus diakui berada di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara di Afrika. Banyak negara-negara, terutama di wilayah Eropa, yang berusaha menaruh kepentingannya di tiga kawasan penghasil kelapa sawit tadi agar ke depannya mendominasi pasar global. Apalagi kelapa sawit selain sebagai sumber energi baru, adalah bahan baku dari sekitar 50% produk pangan, kosmetik, dan kebutuhan dasar lainnya.

 

"Pemerintah Indonesia jangan lengah dengan kepentingan negara-negara lain di tingkat global. Kebijakan yang menguntungkan harus diberikan ke industri sawit nasional. Cadangan minyak bumi dan gas kita juga semakin berkurang, sudah saatnya menjadikan kelapa sawit sebagai basis prioritas penerimaan negara," tutur Ferdiansyah.

 

Dia meminta agar pemerintah terus mengampanyekan ke kancah internasional bahwa pengelolaan kelapa sawit Indonesia tidak menganggu stabilitas alam berdasarkan fakta dan data akurat. Selain itu, juga perlu disampaikan bahwa Indonesia siap berkerjasama dalam perdagangan kelapa sawit global guna kepentingan ekonomi nasional.

 

"Namun yang harus di catat bahwa tetap pasokan kebutuhan dalam negeri harus lebih besar daripada ekspor," ucap Ferdiansyah.

 

Banyak bentuk yang dilakukan negara-negara global dalam kepentingan ekonominya di sektor kelapa sawit, khususnya Indonesia sebagai produsen. Fediansyah mencontohkan, tekanan mengubah kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) ke Rountabel for Suistanable Palm Oil (RSPO) adalah salah satunya.

 

"Kalau kebijakan diubah kan Indonesia akan terganggu industri kelapa sawitnya sehingga tidak mampu bersaing di level perdagangan global. Pada akhirnya, harus bernegosiasi ekonomi politik dengan negara asing kemudian membuat kita di bawah dominasi mereka," kata Ferdiansyah.

 

Sebelumnya, Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) merilis data bahwa ekspor kelapa sawit nasional Januari hingga Agustus 2016 mencapai 28 juta ton ke sebanyak 26 negara. Jumlah tersebut semakin meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya menembus ekspor ke 13 negara.

 

Diketahui, industri kelapa sawit Indonesia memang kerap di kampanyekan tidak ramah lingkungan oleh LSM asing. Tetapi berdasarkan data Kementerian Luar Negeri tentang daftar resmi LSM luar negeri yang beroperasi dan bekerjasama dengan pemerintah tahun 2016, isu dilontarkan LSM tersebut justru berasal dari lembaga tidak terdaftar.

 

KAB. TANGERANG
Korban Tabrakan Beruntun di Balaraja Ini Hendak Kondangan ke Bekasi

Korban Tabrakan Beruntun di Balaraja Ini Hendak Kondangan ke Bekasi

Kamis, 14 Desember 2017 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Hendri Hermawan Topan, 16, warga Kampung Besi Lebak, Desa Sangiang, Pamarayan, Lebak, tidak menyangka jika

BANDARA
Benih Lobster Senilai Rp3,27 Miliar Gagal Diselundupkan Melalui Bandara Soekarno Hatta

Benih Lobster Senilai Rp3,27 Miliar Gagal Diselundupkan Melalui Bandara Soekarno Hatta

Kamis, 14 Desember 2017 | 17:30

TANGERANGNEWS.com-Penyelundupan benih-benih lobster yang akan diterbangkan dari Indonesia ke luar negeri digagalkan petugas keamanan

HIBURAN
Cita Rasa Tangerang Selatan di Hotel Santika Premiere Bintaro

Cita Rasa Tangerang Selatan di Hotel Santika Premiere Bintaro

Senin, 6 November 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Turut merayakan hari jadi Kota Tangerang Selatan Ke-9 di tanggal 26 November 2017 ini, Hotel Santika Premiere Bintaro

WISATA
Pangea Coffee, Kafe Murah di Pasar Lama Tangerang

Pangea Coffee, Kafe Murah di Pasar Lama Tangerang

Selasa, 14 November 2017 | 19:00

Pangea Coffee salah satu cafe yang berada di kawasan kuliner Pasar Lama menawarkan suasana nyaman bagi para pengunjung untuk menikmati aneka makanan dan minuman yang disajikannya. Pangea Coffee salah satu cafe anyar ini berdiri sejak 5 Oktober 2017.

"Dalam hidup, tidak ada seorang pun yang mendapatkan tempat seperti apa yang mereka sangka akan dapatkan. Tapi ketika Anda bekerja dengan keras dan bersikap baik, berbagai hal yang mengagumkan akan terjadi."

Conan O'Brein