Connect With Us

Belanja di 'Waroeng Gaul Ma'Odah' di Tigaraksa, Tidak Enak Tak Perlu Bayar

Muhamad Heru | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 22:37

Ahmad Subadri beserta keluarga meresmikan "Waroeng Gaul Ma'Odah" di Jalan K.H Moch. Achyar, Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. (TangerangNews.com/2018 / Muhamad Heru)

TANGERANGNEWS.com-Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini bisnis di dunia kuliner semakin digandrungi, bahkan pertumbuhan lini bisnis ini tak pernah surut, justru terus berkembang dengan bermunculannya beragam 'start up' dengan berbagai inovasinya.

Bisnis ini memang cukup menjanjikan, terlebih jika hadir ditengah masyarakat urban seperti Tangerang. Restoran, kafe hingga angkringan kini tak asing lagi mengiringi denyut nadi kehidupan kota 1001 industri ini.

Tumbuhnya sektor bisnis kuliner membuat persaingan pun semakin ketat, sehingga kiat khusus diperlukan seperti segmen pasar hingga manajemen bisnis yang mumpuni.

Konsumen adalah raja, pameo itu benar adanya. Karena saat ini, dengan menjamurnya resto dan kafe, konsumen memiliki banyak alternatif pilihan. Maka, menjaring konsumen atau penikmat kuliner sejati bisa dilakukan melalui ketertarikan pada disain bangunan, termasuk interior di luar dan dalam.

Salah satu 'start up' yang turut meramaikan bisnis kuliner adalah "Waroeng Gaul Ma'Odah". Tempat makan yang dikemas dengan konsep kekinian itu membidik segmen pasar anak muda. Berlokasi di Jalan K.H Moch. Achyar, Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.

makan

Warung ini dilaunching, Sabtu (18/8/2018). Selaras dengan namanya, dalam acsara peluncuran itu, pengelola pun menghadirkan artis senior dangdut Evie Tamala, juga disertai santunan kepada anak yatim piatu.

Dengan jargon "Tidak Enak Tidak Bayar", Waroeng Gaul Ma'Odah menawarkan berbagai menu sajian kuliner yang kekinian kepada para pengunjungnya. Menu spesialnya diantaranya donat mie ma'odah, kebab ma'odah, nasgor ma'odah, kue cubit pancake, puding, rujak. Sementara untuk minuman, menu andalannya kopi sehat tentrem, teh puri, wedang salam, jus ma'odah, dan masih banyak lagi menu dengan harga yang relatif murah.

"Nama 'waroeng gaul ma'odah' ini, saya terinspirasi dari nama ibunda tercinta, karena ini sebagai bentuk salah satu pengabdian "nebus dosa" saya terhadap orang tua." kata Ahmad Subadri, pemilik warung tersebut, Sabtu (18/8/2018).

makan

Subadri yang juga politisi yang saat ini menjabat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu bercerita bahwa dulunya ibunya adalah penjual nasi uduk untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Ketika ia telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tangerang. Ia menganjurkan Ibunya untuk pensiun berdagang pada tahun 1999.

"Ibu saya cukup lama berdagang nasi uduk. sekitar tahun 1999 ketika saya diangkat menjadi PNS saya menganjurkan ibu saya untuk beristirahat, pensiun berdagangnya. Karena saya sudah bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga," tuturnya.

Ia berharap, warungnya itu dapat berkembang pesat, senafas dengan semangat ibundanya dulu.

"Terimakasih kepada keluarga saya baik istri dan teman-teman lainnya yang selama ini sudah mensuport saya, mudah-mudahan waroeng gaul ma'odah ini akan maju dan berkah untuk semuanya," tukasnya.(RMI/HRU)

OPINI
Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi

Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44

Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BISNIS
IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37

IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill