Connect With Us

Yuk, Berburu Tanaman Hias di Bazar Flora Supermall Karawaci Tangerang

Redaksi | Kamis, 22 April 2021 | 10:42

Bazar Flora di Supermall Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (TangerangNews / Melfa Yetti Fathur)

 

TANGERANGNEWS.com-Semenjak pandemi COVID-19, masyarakat mulai menekuni hobi baru yaitu mengoleksi berbagai jenis tanaman hias. Hal tersebut dilakukan untuk mengisi waktu luang dan untuk mempercantik rumah.

 

Selain untuk di koleksi, masyarakat juga menjadikan hobi tersebut sebagai peluang bisnis, seperti yang di temui pada Bazar Flora yang berlokasi di Supermall Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Acara yang diselenggarakan pada 19 April - 2 Mei 2021, dapat dikunjungi sesuai jam operasional mal.

Tidak hanya menjual tanaman, bazar tersebut juga menjajakan berbagai pot, keranjang dan lukisan, dari berbagai stand toko tanaman hias.

Seperti di stand milik Terapotsimbok yang menjual pot dan keranjang tanaman dengan harga mulai dari Rp85.000 - Rp150.000.

 

"Tujuan mengikuti bazar agar brandnya lebih terkenal dan lebih ramai yang membelinya," ujar Ayu, pegawai stand Terapotsimbok, Kamis (22/4/21).

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill