Connect With Us

Bisnis Buah-buahan Laris Manis di Masa Pandemi COVID -19

Tim TangerangNews.com | Senin, 20 September 2021 | 14:47

Sejumlah buah dan berbagai jenis siap untuk dijual milik Nony Kartika, 29. (@TangerangNews / Hilda Ulya)

TANGERANGNEWS.com-Berjualan buah dan sayuran saat ini menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan.

Apalagi di tengah pandemi virus corona yang belum kunjung mereda, mengkonsumsi buah dan sayuran menjadi asupan nutrisi terbaik untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh.

Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan seruan untuk berada di rumah, membuat sebagian orang membeli produk buah-buahan segar dan sayuran lewat kanal online. Terutama, melalui platform penjualan produk buah-buahan dan sayuran.

Sejumlah buah dan berbagai jenis siap untuk dijual milik Nony Kartika, 29.

Salah satunya adalah kaydaily.id. Penerapan PPKM dan seruan tidak keluar rumah kecuali terpaksa, rupanya membawa berkah bagi startup tersebut.

Nony Kartika, 29, dengan label jualannya @kaydaily.id di platform Instagram, mengaku merasakan manisnya jualan buah-buahan dan sayuran sebagai bisnis.

Wanita yang berprofesi sebagai entrepreneur ini menuturkan, jualan buah dan sayuran dirintisnya sejak awal pandemi COVID-19 mulai merebak di Indonesia atau awal April 2020 lalu.

Ketika awal pandemi pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bisnis utamanya sebagai entrepreneur buah dan sayuran kebanjiran order.

“Awal bisnis buah dan sayuran ini aku merasakan penghasilan up-down akibat pandemi, salah satu cara untuk tetap berkegiatan dan mencari rejeki di masa yg sedang sulit ini. Maka seperti mayoritas orang yang mulai usaha berdagang, aku pun awalnya iseng untuk mencoba dagang buah dan sayuran ini melalui online. Alhamdulillah setelah dijalanin hampir 2 tahun lumayan juga," kata Nony kepada TangerangNews, Senin 20 September 2021.

Sejumlah buah dan berbagai jenis siap untuk dijual milik Nony Kartika, 29.

Konsep bisnis buah dan sayuran yang dijual lewat platform menawarkan aneka buah dan sayuran lokal serta impor.

Menurut perempuan kelahiran Jakarta 15 November 1992 ini, bisnis buah dan sayuran juga lebih aman dibanding bisnis jualan makanan.

Karena, kalau makanan bisa berbeda selera antar satu orang dengan yang lainnya.

"Kalau buah dan sayur kan rasanya sama ya, tinggal kualitas saja yg membedakan. Tetapi, kalau harga jualnya sih relatif lebih mudah dan aman meskipun bisnis ini juga berisiko karena umur buah dan sayur tidak bisa bertahan lama," tutur Nony.

Sejumlah buah dan berbagai jenis siap untuk dijual milik Nony Kartika, 29.

Maka dari itu, dirinya harus pintar untuk mengatur penyimpanan, sehingga stok buah dan sayur bisa bertahan lebih lama.

Adapun aneka buah dan sayur dipasarkan Nony antara lain mulai dari apel, pear, jeruk, anggur, belimbing, pisang, manggis, labu, strawberry, kiwi, mangga, nanas, dan jambu kristal.

Sedangkan sayuran yaitu sledri, kol, daun bawang, cabai, bawang merah dan putih, paprika, edamame, timun jepang, bawang bombay, dan lain-lain.

Untuk harga buah dan sayur eceran tergantung jenisnya, buah berkisar mulai dari 18.000/kg sedangkan sayuran berkisar mulai dari 10.000/kg dan yang paling mahal itu jenis buah anggur muscat impor, ada yg sampai 150.000/kg.

TOKOH
Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Innalillahi, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:25

Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

BANTEN
Belanja APBD Banten Baru Terserap 35 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan

Belanja APBD Banten Baru Terserap 35 Persen, Proyek Fisik Belum Berjalan

Rabu, 22 Juli 2026 | 14:11

Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten hingga pertengahan tahun 2026 masih tergolong rendah. Hingga akhir semester pertama, realisasi belanja daerah tercatat baru mencapai sekitar 35 persen

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Pemprov Banten Prioritaskan Jurusan Berbasis AI dan Industri di SMK

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill