Connect With Us

Band asal Tangsel Ciptakan Album Korupsi Sampai Mati

Denny Bagus Irawan | Minggu, 4 September 2016 | 04:00

| Dibaca : 2610

One night in Alcatraz sebuah band indie beraliran Grunge Rock berasal dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghadirkan almbun Korupsi sampai Mati. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-One night in Alcatraz sebuah band indie beraliran Grunge Rock berasal dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Band yang mulai aktif sejak pertengahan 2009 ini beranggotakan; Tyo Prasetyo sebagai drummer, Elfyanto Bagjana sebagai Bassist, Andree Dalimunthe sebagai Guitaris merangkap ‘Provokator’. Hingga kini tetap konsisten berkarya dengan lirik-lirik pembangkangan, syair cenderung satir dan dibalut komposisi musik ‘berisik’ yang ringan dalam setiap lagunya sebagai ciri khas identik dari band ini.

 

Awal September 2016, One Night In Alcatraz merilis demo lagu terbarunya melalui situs internet soundcloud.com untuk dapat dikonsumsi oleh publik secara online. Lagu berjudul ‘Korupsi Sampai Mati’ merupakan sebuah karya lagu yang dikerjakan dalam kurun waktu cukup singkat yaitu kurang lebih selama 3 minggu untuk proses keseluruhan produksi.

 

Mulai dari penulisan lirik, pengukuhan aransemen, pengolahan studio latihan, masuk aktivitas rekaman hingga selesai pengemasan audio. Lagu yang rencananya rilis bulan Agustus guna mengejar moment kemerdekaan harus sedikit tertunda karena sempat mengalami kendala teknis saat penggarapan. “Namun dengan semangat yang sama kini band ini meluncurkan single demo lagu ‘Korupsi Sampai Mati’ sebagai hadiah persembahan 71 tahun dirgahayu Republik Indonesia,” tutur Andree pada keterangan persnya kepada TangerangNews.com.

 

Lagu berdurasi 3 menit 49 detik, me-representasikan keresahan terhadap budaya korupsi yang tumbuh subur di sekitar negeri ini dan gambaran kekecewaan mendalam terhadap ketidaktegasan lembaga penegak hukum.

 

Menurutnya, Korupsi Sampai Mati adalah pribadi lagu yang kritis, penuh kekesalan, kental dengan sindiran. “Namun memiliki energi optimisme serta ajakan berani melakukan perubahan dan perlawanan dengan cara elegan,” ujarnya. Alur lagu dan bauran instrument yang dibangun cukup sederhana menjadikan Korupsi Sampai Mati mudah dicerna oleh telinga pendengar dari berbagai lintas generasi dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran anti-korupsi anak-anak negeri agar tidak durhaka pada Ibu Pertiwi.

 

 

BANDARA
Anggota Polres Bandara Soekarno-Hatta Diduga Aniaya Anak Artis Jeremy Thomas

Anggota Polres Bandara Soekarno-Hatta Diduga Aniaya Anak Artis Jeremy Thomas

Senin, 17 Juli 2017 | 10:00

TANGERANGNEWS.com-Anak artis Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas dianiaya dua oknum anggota Polresta Bandara Soekarno Hatta Tangerang hingga babak belur, Sabtu (15/7/2017) malam. Penganiayaan dilakukan saat Axel dipaksa mengaku mengguakan narkoba.

SPORT
Tim Indonesia Bawa 25 Emas Dari ASG Singapura 2017

Tim Indonesia Bawa 25 Emas Dari ASG Singapura 2017

Jumat, 21 Juli 2017 | 19:30

TANGERANGNEWS.com-Tim Indonesia disambut meriah di Bandara Soeakrno-Hatta usai berhasil membawa pulang 25 mendali emas dari ajang Asean Schools Games (ASG) Singapura 2017, Jumat (21/7/2017).

PROPERTI
Mahasiswa Universitas Pancasila Berkunjung ke Green Office Park 9 BSD City

Mahasiswa Universitas Pancasila Berkunjung ke Green Office Park 9 BSD City

Jumat, 28 April 2017 | 10:00

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah mahasiswa jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Pancasila Jakarta berkunjung ke salah satu proyek Sinar Mas Land yaitu Green Office Park 9 (27/4).

AYO! TANGERANG CERDAS
Kini Binus Univesity Buka Program Studi Baru Program Profesi Insinyur

Kini Binus Univesity Buka Program Studi Baru Program Profesi Insinyur

Senin, 12 Juni 2017 | 11:00

TANGERANGNEWS.com- Binus University membuka studi baru yakni Program Profesi Insinyur (PPI). Theresia Hastuti, Marketing Communication Binus University mengatakan, hal itu seiring dengan rencana dari pemerintah yang gencar melakukan pembangunan infrastru

"Tidak ada yang bisa menghentikan orang dengan sikap mental yang tepat untuk mencapai impiannya, tetapi tidak ada di bumi ini yang dapat membantu orang dengan sikap mental yang keliru."

Thomas Jefferson