Belum Ada Temuan Hantavirus di Tangsel, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Tikus
Jumat, 15 Mei 2026 | 14:06
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TANGERANGNEWS-Setelah sempat bungkam soal gugatan cerainya terhadap Gugun Gondrong, akhirnya Anna Marissa, istri Gugun mau angkat bicara alasan yang membuat dirinya memutuskan untuk berpisah dari suaminya tersebut.
Anna Marissa mengaku keputusan dirinya untuk bercerai dari Gugun sudah bulat dan tak bisa diganggu gugat. Wanita berkulit bersih ini sudah memikirkan dan mempertimbangkan langkah yang telah di ambilnya tersebut.
"Bukan karena Mas Gugun sakit. Banyak hal yang tidak cocok. Saya selalu berbeda pendapat dengan Mas Gugun. Dan Anna yakin sudah tak bisa melanjutkan ini semua," kata Anna saat ditemui di Tee Box Cafe, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, Jumat 16 Juli 2010.
Lebih lanjut, wanita yang menikah dengan Gugun pada 23 Desember 2008 ini menuturkan dirinya sudah yakin keputusan yang diambilnya adalah jalan yang tepat dan terbaik untuk dirinya dan Gugun.
"Dari Anna pribadi, nggak bisa melanjutkan pernikahan ini. Anna ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik," ucapnya
Ibu satu anak ini menceritakan sebelum dirinya menggugat cerai Gugun, dia terlibat konflik dengan suaminya tersebut. Konflik inilah yang akhirnya membuat Anna mantap untuk mengakhiri rumah tangganya dengan Gugun.
Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diminta waspada terhadap risiko terpapar penyakit Hantavirus.
TODAY TAGKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews