ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo
Jumat, 4 September 2026 | 12:17
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah pemuda tawuran saat malam takbiran Idul Adha, di Kampung Karet Kavling, RT 07/03, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kota Tangerang, Selasa (15/10) dini hari.
Akibatnya, salah satu pemuda bernama Andi, 18, warga Kampung Karet, RT 03/03, Desa Karet, tewas mengenaskan akibat luka bacok disekujur tubuhnya.
Berdasarkan informasi, aksi tawuran ini terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Tawuran diduga dipicu masalah sepele.
Berawal dari Rahman alias Tompel warga kampung Karet yang ribut dengan warga Kampung Karet Kavling.
Karena kalah, kemudian Rahman minta bantuan ke pemuda Kampung Karet, salah satunya adalah korban Andi. Saat menyerang balik, mereka pun kembali kalah karena jumlah pemuda Kampung Karet Kavling lebih banyak.
Mereka pun lari, namun nahas bagi Andi, dia tertinggal di lokasi kejadian. Akhirnya, dia dikeroyok sampai tewas karena luka bacok.
Kapolsek Sepatan, AKP Hidayat Iwan membenarkan adanya aksi tawuran yang menewaskan satu orang. “Kami masih melakukan penyelidikan apa motif dari tawuran tersebut” ujarnya.
Menurutnya, sampai saat ini sudah ada empat saksi yang dilakukan pemeriksaan terkait aksi tawuran yang menyebabkan tewasnya Andi, adalah Udin, Ade, Khoir dan Rahman alias Tompel.
ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.
TODAY TAGPasar rumah tapak di kawasan Jabodetabek menunjukkan daya tahan yang positif sepanjang tahun 2026. Berdasarkan riset Leads Property, penjualan rumah tapak di wilayah ini mencapai 2.585 unit pada kuartal II 2026
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah mengerjakan pembangunan turap dan bronjong di tiga titik wilayah rawan banjir dan longsor.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews