Connect With Us

Senpi Rakitan ditemukan di Kontrakan Buruh di Cikupa

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 28 Januari 2015 | 17:21

Senpi rakitan. (tangerangnews / fuad)

TANGERANG-Sepucuk senjata api rakitan lengkap dengan 12 butir peluru tajam ditemukan di sebuah rak sepatu rumah kontrakan seorang buruh, di Kampung Bitung, RT 03 RW 02, Desa Bitung Jaya, Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kanit Reskrim Polsektro Cikupa, IPDA Soemiran, Rabu (28/1/2015) mengatakan, senjata api tersebut ditemukan pertama kali oleh penghuni kontrakan bernama  Sumastono, 25 tahun..

"Ditemukan pertama kali pada Selasa (27/1/2015) pagi saat saksi hendak pergi bekerja. Di rak sepatunya, ia melihat sebuah tas. Saat dibuka ternyata isinya senjata api," kata IPDA Soemiran.

Sumastono yang bingung bercampur takut pun langsung memasukkan tas tersebut ke dalam kontrakannya, mengunci pintu, lalu bergegas ke kantor tempat ia bekerja. "Saksi mengaku sedang terburu-buru, sehingga ia meninggalkan tas berisi senpi itu di kontrakannya," katanya.

"Malamnya setelah selesai bekerja, barulah Sumastono melaporkan hal tersebut ke RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian," kata IPDA Soemiran.

Kapolsektro Cikupa, Kompol Daniel Bresman Simanjuntak mengatakan, selain senpi dan pelurunya, polisi juga menemukan kunci letter T di dalam tas tersebut.

"Kuat dugaan ini milik pelaku curanmor. Senjata apinya bukan organik, dan ada instrumen yang kerap digunakan maling motor dalam beraksi," kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi berikut penghuni rumah kontrakan tersebut. "Kami masih periksa juga buruh yang menemukan senpi ini untuk kebenaran ceritanya," kata Kapolsek.

Kapolsek menuturkan, kawasan penemuan senpi tersebut memang daerah kontrakan yang banyak dihuni pendatang. "Penghuninya pun bisa dibilang bebas karena kurang kontrol. Makanya bisa menggeletakkan senpi begitu saja," kata Kapolsek.
 
 
OPINI
Urbanisasi Bukti Kesenjangan Tinggi

Urbanisasi Bukti Kesenjangan Tinggi

Selasa, 7 April 2026 | 15:06

Libur lebaran telah usai, tapi masalah baru yang mesti dihadapi pemerintah pasca Ramadan justru mulai muncul, salah satunya adalah urbanisasi. Euforia gemerlapnya kota meracuni penduduk desa untuk bisa menikmatinya.

BANDARA
InJourney Beberkan Penyebab Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol, Perbaikan Tuntas Besok

InJourney Beberkan Penyebab Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol, Perbaikan Tuntas Besok

Selasa, 7 April 2026 | 14:18

Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang pada Senin, 6 April 2026, memicu kerusakan infrastruktur di Terminal 3.

BISNIS
H&M Tutup 163 Toko di 2026, Beralih Fokus ke E-Commerce

H&M Tutup 163 Toko di 2026, Beralih Fokus ke E-Commerce

Rabu, 8 April 2026 | 21:18

Raksasa ritel fesyen H&M telah menutup 163 gerai di berbagai negara sebagai bagian dari strategi penyesuaian bisnis yang kini lebih berfokus pada penguatan penjualan digital dan investasi di lokasi toko yang dinilai paling menguntungkan.

WISATA
47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

Kamis, 2 April 2026 | 16:47

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat tingginya angka kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill