Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANG-Pelaksanaan MTQ Ke-45 tingkat Kabupaten Tangerang yang seyogyanya dilaksanakan esok Kamis (12-16/02) akhirnya di ditunda mengingat kondisi dibeberapa wilayah Kecamatan yang terkena dampak Banjir.
Hal itu dikatakan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar setelah meninjau banjir di Desa Patrasana, lanjut ke Kecamatan Sukdiri dimana lokasi digelarnya MTQ Ke-45.
" Saya melihat kondisi di lapangan, lebih baik MTQ Ke- 45 tingkat Kabupaten Tangerang kita tunda, kita laksanakan 23 Februari 2015," ujar Bupati setelah meninjau lokasi MTQ diKecamatan Sukadiri, Rabu (11/02).
Bupati menghimbau Kepada Para Camat Se- Kabupaten Tangerang agar lebih Fokus penanganan Banjir di wilayahnya masing-masing.
”Konsentrasi para camat akan terbelah dan tidak fokus dalam penanganan banjir di wilayah kecamatan masing-masing.Saya menghimbau kepada para camat agar lebih fokus dalam penanganan banjir di wilayah masing-masing, sementara MTQ kita tunda," ujar Bupati.
Saat ini Banjir telah menyebar di 19 Kecamatan di Kabupaten Tangerang, Kecamatan Sukadiri, Kronjo, Pasar Kemis, Tigaraksa, Pakuhaji, Jambe, Gunung Kaler, Kemeri, Rajeg, Kosambi, Mauk, TelukNaga, Mauk dan Sukamulya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.
Menyongsong musim kompetisi BRI Super League 2026/2027, Persita Tangerang secara resmi meluncurkan rangkaian seragam tempur (jersey) terbaru mereka.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews