Connect With Us

Bayi Korban Operasi RS Siloam Selamat

| Selasa, 17 Februari 2015 | 18:45

GM of Corporate Communication & CSR RS Siloam Heppi Nurfianto (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-Salah satu korban meninggal pasca operasi caesar di RS Siloam, Karawaci, Kabupaten Tangerang pada Kamis (12/2) lalu adalah pasien wanita.

 

Meninggalnya pasien diduga karena diberikan obat anastesi produksi PT Kalbe Farma yang tertukar dengan obat untuk mengurangi pendarahan. Namun bayi dari pasien tersebut dinyatakan selamat dari peristiwa yang diduga tertukarnya bungkusan obat itu.

 

“Bayinya selamat selamat dan sehat. Tapi saya belum belum dicek lagi kondisinya. Apakah masih dirawat di sini (RS Siloam) atau sudah dibawa pulang,” kata GM of Corporate Communication & CSR RS Siloam Heppi Nurfianto, Selasa (17/2).

 

Heppi mengaku, RS Siloam tetap akan bertanggung jawab atas meninggalnya pasien tersebut pasca dioperasi caesar.

Begitu juga dengan pasien pria, yang dioperasi urologi. Kedua pasien mengalami resistensi setelah diberi obat tersebut.

 

“Kemudian pasien mengalami gatal-gatal dan kejang-kejang. Kita langsung ambil tindakan, pasien dimasukkan ke ICU. Tapi tidak berapa lama setelah masuk ICU, pasien meninggal,” jelasnya.

 

 

KOTA TANGERANG
Hujan Ringan Berpotensi Guyur Kota Tangerang di Awal Oktober 2026

Hujan Ringan Berpotensi Guyur Kota Tangerang di Awal Oktober 2026

Selasa, 29 September 2026 | 10:24

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan kondisi cuaca periode 28 September hingga 4 Oktober 2026 di Kota Tangerang.

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill