Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini
Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.
TANGERANG-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar membantah jika pihaknya lebih mementingkan perayaan HUT dengan menggelar pesta besar-besaran di ICE BSD City, ketimbang bencana alam di Kecamatan Kronjo, Kemiri, dan Mekar Baru akibat amukan puting beliung.
Zaki mengatakan, bencana di wilayah tersebut telah tertangani dengan baik langsung oleh BPBD pada saat kejadian. “Hari itu juga langsung kita (Pemkab Tangerang) tangani, dari air bersih, makanan dan pengobatan untuk seluruh korban. Bantuan keuangan juga sedang dalam pendataan. Kita paham kok dengan yang sensitif seperti ini, tak mungkin kita biarkan,” terangnya.
Terkait HUT menurutnya anggaran perayaan pesta rakyat tersebut telah direncanakan matang setiap tahunnya. Berbeda dengan bencana alam, meski pihak Kabupaten Tangerang telah dengan cepat menangani musibah tersebut.
“Untuk rusak ringan rumah warga akan diberikan Rp1 juta, rusak sedang Rp2 juta dan rusak berat Rp3 juta,” jelasnya.
Adapun anggaran untuk HUT Kabupaten Tangerang menurut Zaki, lebih banyak dibantu oleh pihak sponsor. Setelah acara itu berlangsung tentunya ada kewajiban dari Pemkab Tangerang untuk mempertanggung jawabkan dengan mempersiapkan laporan kepada para sponsor.
“Yang jelas anggaran untuk bencana lebih besar dari perayaan HUT, sekitar Rp4,5 miliar. Kita juga tetap fokus pada bencana alam itu, siang ini kita ke sana (lokasi bencana) lagi,” terangnya.
Sementara itu, Slamet Budi Ketua Panitia HUT Kabupaten Tangerang ke-72 menyatakan, anggaran untuk perayaan HUT kali ini sebesar Rp600 juta yang bersumber dari APBD.
“Sedangkan soal menjadi menariknya pesta kali ini karena banyaknya sponsor yang ikut membantu. Ada yang langsung membayarkan tanpa melalui kami juga bahkan,” jelas Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang itu.
TODAY TAGOperasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews