Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANG-Kumayadi alias Agus , terduga pelaku pemutilasi Nur Astiyah, 34, di kontrakannya, di RT 012/01, Kampung Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dikenal sering bolos dan memiliki perilaku temperamen atau mudah marah selama bekerja.
Hal tersebut diungkap Wendi, Kepala Bagian Manajemen Rumah Makan Gumarang, Jalan Raya Serang KM 18, Cibadak, Kabupaten Tangerang. "Keduanya (Agus dan Nur) memang pernah kerja di sini," katanya, Senin (18/4/2016). Menurutnya, Agus sudah bekerja sebagai kepala rumah makan padang tersebut sejak enam bulan lalu.

Dia diterima sebagai rumah makan tersebut lantaran pengalamannya yang terlebih dulu pernah bekerja di rumah makan. Lalu, Nur Astiyah atau Nuri juga masuk berbarengan dengan Agus sebagai kasir. Baca Juga : Kasus Mutilasi di Tangerang
Baik Agus maupun Nuri dikenal berteman dekat, tapi Wendri tidak mengetahui kalau keduanya ada terlibat hubungan asmara. "Saya pikirnya keduanya hanya memiliki hubungan antara atasan dan bawahan saja. Enggak lebih dari itu," kata Wendri.
Apalagi Agus sudah memiliki istri dan seorang anak di Bogor Jawa Barat. Sedangkan Nuri memiliki dua anak di Malingping, sehingga Wendri tidak memiliki pemikiran keduanya punya hubungan spesial.
Tapi selama bekerja, Agus dikenal suka membolos atau jarang masuk. "Jadi sebelum rame-rame gini, beberapa hari sebelumnya dia juga sudah enggak masuk kerja," kata Wendri.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGKenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis solar berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews