Connect With Us

Pelaku Sebut Korban Mutilasi di Tangerang Jablay

Sumber TribunNews, Denny Bagus Irawan | Senin, 18 April 2016 | 19:00

Kumayadi alias Agus , terduga pelaku pemutilasi Nur Astiyah alias Nuri. (@TangerangNews.com / Raden Bagus Irawan)

TANGERANG-Eri saksi kunci yang juga  anak buah dari Kumayadi alias Agus terduga pemutilasi Nur Astiyah  alias Nuri, 34,  sempat menanyakan kepada tersangka Agus mengenai potongan tubuh yang disimpan di dalam kantung plastik warna hitam.

 

Pertanyaan itu terlontar kala dirinya diminta Agus untuk membantunya membuang potongan tubuh.  Ternyata Kusmayadi menyebut korbannya sebagai jablay. Kepala Kelompok Penyidik Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu, menceritakan, usai membunuh korban yang diduga dilakukan pada Minggu (10/4), Kusmayadi lekas tinggal bersama rekannya yang kini diamankan polisi.

 

"Jadi hari Senin itu Kusmayadi sudah tinggal bersama rekannya," kata Rovan, Senin (18/4) siang. Kemudian baru pada Selasa (12/4), Kusmayadi meminta bantuan rekannya untuk membuang potongan tubuh tersebut.

 

"Saat itulah ketika ditanya rekannya itu potongan tubuh apa, Kusmayadi berujar bahwa itu potongan tubuh jablay," kata Rovan.

  

KOTA TANGERANG
Pemprov Banten Bakal Evaluasi Penanganan Banjir Seluruh Kabupaten/Kota

Pemprov Banten Bakal Evaluasi Penanganan Banjir Seluruh Kabupaten/Kota

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:25

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan akan mengevaluasi efektivitas program penanganan banjir yang telah direncanakan sejak tahun 2025.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill