Connect With Us

Keluarga Wanita yang Tewas Dimutilasi Berharap Agus Dihukum Mati

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 22 April 2016 | 19:10

| Dibaca : 2384

Kusmayadi alias Agus Kepala Rumah Makan Gumarang, di Cikupa, Kabupaten Tangerang menghabisi Nur Astiyah alias Nuri karena diminta untuk bertanggung jawab atas ke-hamilan-nya. (@TangerangNews.com / Raden Bagus Irawan)

 

 

TANGERANG-Pihak keluarga wanita hamil yang tewas dimutilasi di Cikupa Kabupaten Tangerang, berharap pelaku pembunuhan Kusmayadi alias Agus alias Petruk, dihukum mati. Sebab aksi yang dilakukan pria asal Bogor itu terbilang sangat sadis dan tidak manusiawi.

 

"Keluarga minta Agus di hukum mati. Ulahnya itu sangat sadis," kata Rasim, kakak ipar Nuri saat ditemui di kamar jenazah RSUD Tangerang, Jumat (22/4/2016).

 

Menurutnya, perbuatan pelaku ke adik iparnya itu dinilai tidak berperikemanusiaan. Rasim pun tidak menyangka bila hidup adik iparnya itu akan berakhir secara tragis. Sebab semasa hidup, Nuri dikenal sebagai wanita yang penuh tanggung jawab.

 

"Setelah bercerai dengan adik saya, dia jadi hidup sendiri. Apalagi punya anak dua, makanya dia banting tulang buat nafkahi anak-anaknya," tutur Rasim.

 

Terlebih, sebelum bekerja di Rumah Makan Gumarang sejak 2012 dan jauh sebelum bercerai dengan suaminya yang pertama, Nuri pernah mencoba peruntungannya sebagai TKW di Arab Saudi selama beberapa tahun.

 

Namun nasib berkata lain, Nuri malah bertemu dengan laki-laki yang sangat sadis. "Kerja di Tangerang malah bertemu laki-laki yang lebih kejam," kata Rasim dengan nada penyesalan.

Sementara sore ini, jenazah Nuri dibawa ke kampung halamannya di Malingping Kabupaten Lebak untuk dimakamkan. Pemulangan jenazah pun dikawal pihak kepolisian dari Polsek Cikupa.

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

KAB. TANGERANG
Astaga! Kakek 8 Cucu Jadi Pengecer Fajar Pakong di Kronjo

Astaga! Kakek 8 Cucu Jadi Pengecer Fajar Pakong di Kronjo

Kamis, 27 Juli 2017 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Perilaku Junaedi, 50, warga Kampung Pasir Salam, RT 02/01, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang ini tidak bisa diteladani oleh anak cucunya. Diusianya yang menuju senja, kakek ini malah terlibat praktik perjudian.

WISATA
Museum-Museum Unik di Indonesia, Tersebar di Berbagai Kota

Museum-Museum Unik di Indonesia, Tersebar di Berbagai Kota

Selasa, 25 Juli 2017 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Dulu ketika mendengar kata museum, yang terbayang adalah pemandangan membosankan bagi mereka yang tidak suka melihat benda-benda bersejarah. Namun sekarang museum bukan lagi tempat yang membosankan, karena ada banyak hal-hal unik yang bi

TANGSEL
Dinsos Tangsel Gaet Alfamart Beri Lowongan untuk Disabilitas

Dinsos Tangsel Gaet Alfamart Beri Lowongan untuk Disabilitas

Kamis, 27 Juli 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Terbatasnya penempatan kerja bagi kaum disabilitas menjadi perhatian sendiri bagi Dinas Sosial Tangsel, untuk memberikan kesempatan bekerja bagi mereka. Bekerjasama dengan PT Alfaria Tbk, Dinsos Tangsel membuka kesempatan dan melakukan s

"Tidak ada yang bisa menghentikan orang dengan sikap mental yang tepat untuk mencapai impiannya, tetapi tidak ada di bumi ini yang dapat membantu orang dengan sikap mental yang keliru."

Thomas Jefferson