Connect With Us

Polres Tangerang Buru Pelaku Pembunuh Pacul Dimasukan Kemaluan

RADEN BAGUS IRAWAN | Sabtu, 14 Mei 2016 | 14:30

| Dibaca : 57109

Mayat Korban Enno Fariha, 18, seorang karwayati PT Polyta Global Mandiri, Pergudangan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, diduga menjadi korban pemerkosaan dan juga pembunuhan sadis. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG-Petugas Polres Metro Tangerang masih memburu pelaku pembunuhan secara sadis kepada Enno Fatiha,18, karyawati PT Polyta Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang yang kemaluannya dimasukan pacul.

 

“Kami meminta kepada masyarakat untuk  tenang dan memberikan waktu kepada kami untuk bekerja dalam mengungkap kasus ini,” ujar Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Triyani kepada wartawan, Sabtu (14/5/2016).

 

Menurutnya, polisi bukan tidak mau memberikan keterangan kepada media, tetapi hal itu dikhawatirkan akan membuat proses penyelidikan menjadi sulit. “Pokoknya kami akan terus memburu hingga tertangkap,” optimis Triyani.

 

Seperti diketahui, Enno yang merupakan warga Kampung Bangkir, Kelurahan Pegandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten dibunuh dengan cara sadis.  Mayat Enno saat ditemukan pada Jumat (13/05/2016) bersimbah darah, dalam keadaan bugil dan kemaluannya terdapat pacul.

 

HIBURAN
Oon 'Project Pop' Tutup Usia Usai Tunaikan Shalat Subuh

Oon 'Project Pop' Tutup Usia Usai Tunaikan Shalat Subuh

Jumat, 13 Januari 2017 | 12:22

"Iya setelah shalat subuh," ujar Yossi , Jumat (13/1/2017).

BANDARA
Kesaksian Korban Express Air yang Pesawatnya Bermasalah

Kesaksian Korban Express Air yang Pesawatnya Bermasalah

Minggu, 22 Januari 2017 | 18:00

TANGERANGNews.com-Salah seorang penumpang pesawat Express Air XN 811 rute Jakarta-Sorong memberikan kesaksian atas peristiwa tekana udara di kabin pesawat sehingga harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau return to base (RTB).

OPINI
Jangan Lagi Ada Penelantaran Anak, Negara Harus Jadi Soko Guru Ketahanan Keluarga!

Jangan Lagi Ada Penelantaran Anak, Negara Harus Jadi Soko Guru Ketahanan Keluarga!

Minggu, 15 Januari 2017 | 09:00

Baik dan buruk bangsa dimasa depan ditentukan oleh kualitas anak-anak dimasa sekarang karena anak adalah pemegang estafet kepemimpinan suatu bangsa dimasa mendatang yang akan menjadi aset yang tak ternilai harganya.

"Kita tidak membutuhkan alasan untuk menolong orang lain"

Anonim