Connect With Us

Pemkab Tangerang Klarifikasi Soal Dadap ke Komnas HAM

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 10 Juni 2016 | 10:03

| Dibaca : 2593

Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan klarifikasi soal penertiban kawasan lokalisasi Dadap, Kecamatan Kosambi kepada Komnas HAM di Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Kamis (9/6/2016). (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANGNews.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan klarifikasi soal penertiban kawasan lokalisasi Dadap, Kecamatan Kosambi kepada Komnas HAM di Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, Kamis (9/6/2016). Hal ini terkait tindak lanjut dari permintaan Komnas HAM terhadap aduan warga Dadap yang terkena penertiban.

 

Dari hasil klarifikasi tersebut, Komnas HAM menyatakan salah satu persoalan penolakan warga terhadap rencana penertiban oleh Pemerintah karena adanya isu jika penertiban tersebut berkaitan dengan reklamasi teluk Jakarta.

 

“Jadi ada informasi yang salah di masyarakat, contohnya terkait isu rencana pembangunan jembatan dari Pulau G ke Dadap. Tidak akan semudah itu, harus ada keterlibatan Provinsi. Kalaupun dibangun Komnas HAM tidak akan setuju. Lagi pula tujuannya untuk apa? Tidak ada manfaat ekonominya,” jelas Anggota Komnas HAM Nur Kholis.

 

Selain itu juga terkait lahan milik pemerintah dan BUMN yang ditempati masyarakat kawasan Dadap, Nur Kholis juga menilai masih perlu diluruskan kejelasan sertifikatnya oleh masing-masing instansi. Jangan sampai nantinya ada tumpang tindih dan sengketa karena instansi terkait ternyata tidak menyetujui penataan tersebut.

 

“Coba dievaluasi dulu, ini lahan milik siapa ini lahan siapa, apakah ada tindakan yang salah. Jangan sampai tumpang tindih, nanti yang dirugikan masyarakat,” tukasnya.

 

Nur Kholis mengatakan, Komnas HAM akan berkoodinasi dengan Ombudsman untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut lewat mediasi antara Pemkab Tangerang dengan warga Dadap. Meski dia memastikan jika nantinya mediasi akan berlangsung alot, namun dia meyakini jika persoalan tersebut bisa terurai.

 

“Masih mungkin dicari titik temunya, rencana Pemkab sudah jelas, tinggal nanti kebutuhan warga akan dicocokkan dengan program pemerintah,” paparnya,

 

Komnas HAM, lanjut Nur Kholis, akan mengawal program Pemkab agar masyarakat mendapat kan empat haknya yakni hak atas Pendidikan, Kesehatan, Perumahan dan Pekerjaan. Dia melihat dari paparan Pemkab tadi, masih mungkin dicapai hak-hak warga tersebut. “Besok rencanaya saya akan ke lokasi untuk mengecek kondisinya sekaligus berbicara langsung dengan warga,” paparnya.

 

 

TOKOH
Kisah Watimin, Berkeliling Indonesia dengan Berjalan Kaki Hanya untuk Ini 

Kisah Watimin, Berkeliling Indonesia dengan Berjalan Kaki Hanya untuk Ini 

Sabtu, 19 Juni 2021 | 17:02

TANGERANGNEWS.com-Berkeliling Indonesia, mungkin menjadi dambaan bagi setiap orang yang ingin melihat betapa indahnya bumi pertiwi

WISATA
Yuk, Nostalgia 5 Jajanan SD Paling Melegenda di Tangerang

Yuk, Nostalgia 5 Jajanan SD Paling Melegenda di Tangerang

Kamis, 22 Juli 2021 | 16:34

TANGERANGNEWS.com-Anak-anak jaman sekarang mungkin sudah tidak mengenal lagi jajanan jaman dulu yang sangat terkenal. Jajanan ketika masih SD yang menarik perhatian untuk dicoba dan tentunya harga yang pas di kantong

NASIONAL
PPKM Level 4 Lanjut Sampai 2 Agustus

PPKM Level 4 Lanjut Sampai 2 Agustus

Minggu, 25 Juli 2021 | 21:17

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah memutuskan melanjutkan penerapan PPKM Level 4 yang berakhir hari ini, 25 Juli 2021. Adapun kebijakan tersebut diperpanjang hingga 2 Agustus 2021

AYO! TANGERANG CERDAS
UMN Latih Personel Korem 052/Wijayakrama Microsoft 

UMN Latih Personel Korem 052/Wijayakrama Microsoft 

Selasa, 8 Juni 2021 | 18:50

TANGERANGNEWS.com-Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melatih 40 prajurit Komando Rayon Militer (Korem) 052/Wijayakrama dan jajaran pengolahan administrasi dan pangkalan data (database) menggunakan Microsoft Access

"Jangan tertipu oleh orang yang membaca Al Quran. Tapi lihatlah kepada mereka orang yang perilakunya senantiasa sesuai dengan Al Quran"

Umar bin Khattab