KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNews.com-Seorang pelajar SMA di Kabupaten Tangerang berinisial DY, 15, diperkosa oleh dukun yang berprilaku cabul, pada Kamis (1/9/2016) malam. Bahkan pemerkosaan tersebut terjadi 10 kali dalam satu malam.
Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto mengatakan, peristiwa itu berawal saat korban tiba-tiba menerima pesan singkat dari pelaku yang berisi .
"Saya bisa menolong dan mengobati kamu dari kiriman guna - guna"
"Melihat SMS dari pelaku tersebut, korban mempercayainya dan pelaku mengajak ketemuan di Jalan Pipa Desa Salembaran Jati, Kecamata Kosambi, Kabupaten Tangerang," katanya, Jumat (2/9/2016).
Setelah bertemu dengan korban, pelaku berhasil meyakinkan korban dan membawanya ke sebuah penginapan rumah di Kampung Bulak Selapajang, RT 01/05, Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
"Di rumah tersebut pelaku berhasil menyetubuhi korban berkali-kali," jelas Supriyanto.
Setelah selesai, korban diantar oleh pelaku ke tempat semula bertemu. Korban pun menceritakan kejadian itu kepada kedua orang tuanya.
"Korban mengaku telah dicabuli dan diperkosa oleh pelaku sebanyak 10 kali. Kemudian korban ditemani orang tuanya melaporkan ke Polsek Teluknaga," jelas Supriyanto.
Berdasarkan informasi yang didapat dari korban, ada korban lainnya yang pernah dicabuli oleh pelaku.
"Saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan mengejar pelaku," pungkas Supriyanto.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGParamount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews