Connect With Us

Kasus Mutilasi, Pemilik Kontrakan Sering dengar Agus & Nuri Ribut

Denny Bagus Irawan | Selasa, 20 September 2016 | 17:00

| Dibaca : 1989

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti pergi dari lokasi menuju Polsek Cikupa setelah melihat seribu lebih massa yang memadati lokasi mutilasi wanita hamil (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

 

 

 

TANGERANGNews.com-Pemilik kontrakan sering mendengar Kusmayadi alias Agus sering ribut dengan Nur Atikah alias Nuri. Keterangan itu dimeja sidang kasus mutilasi yang terjadi terhadap Nuri yang tengah hamil.

 

“Ya sering dengar mereka rebut, tetapi kan karena masalah rumah tangga kita anggap itu sangat pribadi, kita diem aja,” ujar Mahfud Budiana, anak pemilik kontrakan yang ada di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Abdul Malik, Selasa (20/09/2016).   

 

Menurut dia, selama tinggal hampir dua bulan di kontrakan Kampung Talagasari, Cikupa, Kabupaten Tangerang tidak ada tanda-tanda Agus memiliki sifat temperamental.

 

"Jadi enggak curiga kita. Kita baru curiga setelah mencium bau busuk di dalam kamar, setelah itu baru lapor polisi,” tuturnya.

 

Memang selama ini ketika ditanya soal KTP dan buku nikah, menurutnya, Agus dan Nuri selalu mengatakan, nanti.

 

“Jawaban dia hanya nanti, entar  saja,"kata Malik. Dalam persidangan yang direncanakan menghadirkan enam saksi itu, Jaksa Penuntut Umum Dista Anggara dan Agoes Harmani hanya berhasil mendatangkan dua orang.

 

Ketua majelis Ketut Sudira pun mengagendakan sidang  dilanjutkan pekan depan.

 

Diketahui sebelumnya, Kusmayadi alias Agus Bin Dulgani dengan hukuman mati karena dianggap melanggar pidana pasal 340 KUHP.

 

Seperti diketahui, Agus ditangkap polisi akibat melakukan pembunuhan berencana dan mutilasi terhadap kekasihnya, Nur Atikah pada 10 April lalu.

 

Nur dibunuh saat sedang hamil oleh Agus dengan cara dicekik di kamar kontrakan keduanya, di Desa Telaga Sari RT 12/01, Cikupa, Kabupaten Tangerang karena meminta pertanggung jawaban.

 

Untuk menghilangkan jejak, Agus memutilasi tubuh Nur, lalu membuang potongan kaki dan tangannya di lokasi berbeda. Kala itu, Agus belum sempat membuang potongan badan Nur karena sudah keburu ketahuan warga.

 

Sisa potongan tubuh Nur itu baru ditemukan tetangga pada Rabu (13/4) lalu dalam keadaan sudah membusuk.

 

 

 

BANDARA
Butuh Uang, Mojang Bandung ini Jadi Kurir Sabu

Butuh Uang, Mojang Bandung ini Jadi Kurir Sabu

Rabu, 29 Maret 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com- Seorang remaja wanita berinisial, FB, 26, nekat bergabung dalam jaringan narkotika dan menjadi kurir sabu. Dia ditugaskan membawa 5,9 Kg sabu dari Jakarta ke Banjarmasin lewat Bandara Soekarno Hatta bersama enam tersangka lain.

PROPERTI
Rangkul UKM, Dua Factory Outlet Terbesar Buka di QBig BSD

Rangkul UKM, Dua Factory Outlet Terbesar Buka di QBig BSD

Jumat, 3 Februari 2017 | 16:00

TANGERANGNews.com-Dua factory outlet terbaru besar dan terbesar di Qbig BSD City, Tangsel, yakni Factory outlet tersebut adalah Truly premiun Outlet (TPO) dan FAMOGAL (Fashionable Moslem Gallery, mulai dibuka.

OPINI
Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Tanpa Perempuan Generasi Bangsa Terhambat

Rabu, 8 Maret 2017 | 07:00

Perempuan bukan hanya sekedar pelampiasan hasrat semata, tapi juga sebagai gerbang peradaban, yang sering kali menjadi korban kekuatan patriakhi. Pada beberapa hal, perempuan sering menjadi objek eksploitasi, baik dalam rumah tangga, kantor, pabrik, jalan

TANGSEL
Rizka Febriani Gadis 4 Tahun Warga Serpong Terserang Kanker Mata

Rizka Febriani Gadis 4 Tahun Warga Serpong Terserang Kanker Mata

Rabu, 29 Maret 2017 | 16:00

TANGERANGNEWS.com- Rizka Febriani , gadis kecil berusia empat tahun warga RT 04/04 Kelurahan Rawabuntu Serpong terserang penyakit kanker mata yang kini semakin membesar terus menggerogoti. Dia didiagnosa terserang kanker ganas.

"Ketika satu pintu tertutup, pintu-pintu lainnya terbuka, tetapi kita sering terlalu lama menatap dan menyesali pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka untuk kita."

Alexander Graham Bell