Connect With Us

Pelaku Begal Motor Tewas Dikeroyok Massa di Pagedangan

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 21 September 2016 | 15:00

Ilustrasi pelaku perampok sepeda motor dengan senjata api. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

 

TANGERANGNEWS.com-Pelaku begal  sepeda motor tewas dikeroyok massa saat beraksi di Jalan Boulevard Raya Desa Situgadung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/9/2016) dini hari.

Berdasarkan keterangan saksi, Ropi, petugas keamanan Bumi Serpong Damai, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Pelaku bersama tiga rekannya berboncengan memepet korban saat melintas di lokasi.

"Ketika itu korban hendak pulang ke Cisauk, Kabupaten Tangerang dengan menunggangi sepeda motor Satria FU," katanya.

Lalu sepeda motor korban dirampas. Korbannya berteriak hingga mengundang perhatian warga. Para pelaku pun berusaha melarikan diri. Namun salah satunya tertangkap hingga dihakimi massa.

"Setelah dikeroyok tersangka ditinggalkan dengan posisi terlentang di pinggir jalan dalam keadaan keadaan terlanjang dan mengalami luka dibagian kepala serta muka luka sobek. Sementara tiga pelaku lainya berhasil kabur membawa motor korban," terangnya.

Tersangka ditinggalkan begitu saja hingga akhirnya tewas ditempat. Jenazahnya kemudian dibawa oleh petugas kepolisian setelah dilaporkan oleh warga.

"Saya sempat bicara sama korban yang motornya dibegal para pelaku, tapi belum sempat menanyakan identitas dan alamat, korban pergi tanpa pemberitahuan," jelasnya.

Atas peristiwa tersebut, Polisi mengamankan sebilah bambu sepanjang 50 Cm, helm warna hitam, 2 pasang sepatu, 1 jaket, dan satu lembar KTP atas nama Muhammad Nurfadli. (RAZ)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:33

Kesibukan ayah mencari nafkah saat ini secara tidak langsung telah mengikis perannya sebagai pendidik dan pelindung keluarga. Hari ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya, baik secara fisik maupun psikis.

BANDARA
Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Cegah Penyakit Berbahaya, 399 Anjing dan 261 Kucing Jalani Karantina Ketat di Bandara Soetta pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:26

Sebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill