Connect With Us

Agus Mutilasi Wanita Hamil Setelah Coba Gugurkan Kandungannya

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 4 Oktober 2016 | 17:00

| Dibaca : 3067

Agus alias Kusmayadi. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

TANGERANGNews.com-Agus alias Kusmayadi, 31, terdakwa kasus mutilasi terhadap Nur Atikah atau Nuri, 34, di sebuah di RT 12/01, Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang diketahui sempat mencoba menggugurkan kandungan korban.

Hal itu terungkap dari kesaksian karyawan rumah Makan Padang Gumarang, Cibadak Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, (4/10/2016). 

Dari keterangan saksi Valen dalam BAP yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dista Anggara, disebutkan bahwa Agus pernah curhat kepadanya tentang cara mengugurkan kandungan pada bulan Maret 2016. 

 “Terdakwa nanya, gimana cara gugurin kandungan. Lalu saksi menjawab, mana saya tahu, belum pernah hamil. Coba lihat saja di Youtube,” kata Dista menceritakan percakapan saat di RM Padang Gumarang yang dibenarkan oleh Valen. 

Kemudian Agus yang ketika itu bekerja sebagai kepala rumah makan tersebut kembali mengatakan, bahwa dirinya sudah mencoba memberi jus nanas dan durian yang dicampur minuman soda. Namun, upayanya menggugurkan kandungan Nur tidak berhasil.

“Gue udah bikin jus nanas duren hajar lagi pakai sprite dan coca cola tetapi kandungan enggak keluar-keluar juga. Apa gue lewatin aja ya?  Lalu saksi bertanya, lewatin apaan, Pak? Terdakwa menjawab, bunuh. Ah bapak gila, siapa yang dibunuh? kata saksi. Dijawab terdakwa, Jablay,” papar Dista.

Valen mengatakan, Agus juga sempat memimjan tas ransel dengan alasan akan memindahkan baju dari kontrakan ke mess rumah makan. “Dia pinjam dua hari sebelum ada ramai peristiwa mutilasi. Sempat dikembalikan, tapi tidak ada bercak darah atau bau. Tas itu lalu disita polisi,” jelasnya. 

Atas keterangan saksi, Agus tidak membantahnya. Dia mengaku keterangan tersebut sudah sesuai. “Iya benar,” katanya kepada Ketua Majelis Hakim Ketut Sudira.

Usai sidang, Dista Anggara menilai dari keterangan saksi tersebut dipastikan ada unsur perencanaan yang dilakukan oleh Agus memutilasi Nur. Menurutnya, kemarahan Agus terhadap Nur sudah ada terpendam sejak lama. 

“Dia curhat itu lama sebelum membunuh. Kan tak mungkin cuma dikatain monyet oleh korban, dia langsung membunuh. Akhirnya pada 10 April, dia membunuh dan memutilasi korban saat mengandung anaknya 5 bulan,” jelasnya.

 

BISNIS
Apple Bangun Pusat Riset di The Breeze BSD

Apple Bangun Pusat Riset di The Breeze BSD

Kamis, 30 Maret 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Apple membangun pusat riset di Green Office Park, BSD City, Tangerang, Banten. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari persyaratan Pemerintah yang mewajibkan untuk pemasaran iPhone di Indonesia.

PROPERTI
Mahasiswa Universitas Pancasila Berkunjung ke Green Office Park 9 BSD City

Mahasiswa Universitas Pancasila Berkunjung ke Green Office Park 9 BSD City

Jumat, 28 April 2017 | 10:00

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah mahasiswa jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Pancasila Jakarta berkunjung ke salah satu proyek Sinar Mas Land yaitu Green Office Park 9 (27/4).

BANDARA
30 Juli 2017, Xiamen Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

30 Juli 2017, Xiamen Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 27 Juli 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan bahwa maskapai dengan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta secara bertahap pengoperasiannya pindah ke Terminal 3.

NASIONAL
PKS Ingatkan Pemerintah Untuk Prioritaskan Kepentingan Publik

PKS Ingatkan Pemerintah Untuk Prioritaskan Kepentingan Publik

Rabu, 7 Juni 2017 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Fraksi PKS DPR menyelenggarakan _Focussed Group Discussion (FGD) dengan tema "Perlindungan Kepentingan Publik dalam Kebijakan Pertanahan di Indonesia" pada Rabu (7/6/2017).

"Tidak ada yang bisa menghentikan orang dengan sikap mental yang tepat untuk mencapai impiannya, tetapi tidak ada di bumi ini yang dapat membantu orang dengan sikap mental yang keliru."

Thomas Jefferson