Connect With Us

Pemutilasi Wanita di Balaraja Tangerang Dituntut 20 Tahun

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 3 November 2016 | 19:00

| Dibaca : 2783

Agus alias Kusmayadi. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Agus alias Kusmayadi, 31, terdakwa kasus mutilasi terhadap Nur Atikah atau Nuri, 34, di sebuah rumah kontrakan yang ada di RT 12/01, Desa Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kamis (3/11/2016).

 

Sementara rekan yang membantunya, Rifriadi Gusmandala alias Erik, dituntut sembilan bulan penjara karena hanya dianggap membantu Agus menyembunyikan mayat korban dan turut serta membuang bagian tubuh korban.

 

Menurut JPU Fajar Said, dalam surat tuntutannya setebal 131 halaman, Agus dinyatakan melakukan pembunuhan berencana terhadap Nur sesuai pasal 340 KUHP. Sehingga dituntut 20 tahun penjara. Pasalnya, pembunuhan tersebut telah dipikirkan dulu oleh Agus sebelumnya.

 

“Agus juga pernah bertanya kepada Erik apakah pernah membunuh orang. Selain itu dia sudah tahu cara menghilangkan jejak lewat siran TV yang pernah dia tonton,” katanya.

 

Perencanaan ini juga berkaitan dengan motif pembunuhan, yakni karena Nur sering meminta pertanggung jawaban kepada Agus.  Hal itu dilator belakangi karena korban sudah dihamil. Sementara Agus sendiri sudah memiliki keluarga di kampungnya dan hubungan terlarangnya dengan Nur tidak diketahui. 

“Karena masalah ini mereka sering cekcok. Jadi pembunuhan ini sudah dipikirkan Agus jauh-jauh hari,” ungkapnya.

Sementara untuk Erik, dirinya dianggap melanggar Pasal 181 KUHP karena menghilangkan mayat untuk menyembunyikan kematian. Berdasarkan fakta-fakta tersebut  dia hadir setelah pembunuhan itu terjadi. Dia hanya ikut Agus membuang potongan tubuh korban, namun tidak dilaporkan.

“Dia tidak terbukti membantu melakukan pembunuhan berencana. Dia tidak ada peran apapun seperti menyediakan alat. Jadi Erik dibebaskan dari dakwaan primer tentang pembunuhan,” kata Fajar.

Atas dakwaan itu, Agus yang diampingi kuasa hukumnya John Hendri mengajukan pembelaan. Ketua Majelis Hakim Ketut Sudira menyatakan, persidangan akan dilanjutkan pekan depan. “Kita akan mengajukan pembelaan,” terang kuasa hukum terdakwa John Hendri.

 

AYO! TANGERANG CERDAS
Sinar Mas & Purwadhika Berikan Beasiswa Pelatihan IT Untuk Lulusan SMA

Sinar Mas & Purwadhika Berikan Beasiswa Pelatihan IT Untuk Lulusan SMA

Rabu, 8 November 2017 | 09:00

TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land dan Purwadhika sepakat menjalin kerjasama untuk memberikan beasiswa pelatihan IT developer kepada

OPINI
Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Jumat, 25 Agustus 2017 | 10:00

Justru yang menakutkan bagi kita adalah, kekhawatiran mewabahnya Madaari di negeri kita. Orang yang marah, punya rencana untuk membalas dendam dengan caranya sendiri. Tentu saja kita tak ingin hal itu terjadi. Akan timbul anarkisme massa yang sulit dibend

TANGSEL
Polisi Sebut Sopir Terios Maut Konsumsi Zat Adiktif

Polisi Sebut Sopir Terios Maut Konsumsi Zat Adiktif

Selasa, 16 Januari 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho menduga kuat dari hasil penyelidikan kasus kecelakaan maut antara mobil Terios dengan Kereta Api Barang di Ciputat.

NASIONAL
Debu Vulkanik, Penerbangan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup

Debu Vulkanik, Penerbangan Menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup

Senin, 27 November 2017 | 17:00

TANGERANGNEWS.com-Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup sementara waktu mulai Senin Pagi (27/11/17) pukul 07.15 WITA

"Dalam hidup, tidak ada seorang pun yang mendapatkan tempat seperti apa yang mereka sangka akan dapatkan. Tapi ketika Anda bekerja dengan keras dan bersikap baik, berbagai hal yang mengagumkan akan terjadi."

Conan O'Brein