Fenomena Sarjana Pengangguran
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TANGERANGNews.com-Kegiatan musik komunitas pecinta Vespa di lapangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang dihentikan petugas Polsek Tigaraksa dan Polresta Tangerang karena didapati terjadinya pesta minuman keras (miras). Petugas menemukan miras jenis ciu saat kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (5/11/2016) sore.
Dalam pengamanan yang dipimpin Kapolsek Tigaraksa Kompol Agus Hermanto, polisi melaksanakan razia terhadap pengunjung dan pedagang di area kegiatan musik tersebut.
Petugas kepolisian memeriksa seluruh kendaraan, baik kendaraan roda dua, maupun kendaraan roda empat. Hasilnya ratusan miras berbagai merek diamankan Polsek Tigaraksa.
"Ada sekitar 150 botol air mineral ukuran besar, yang berisi miras jenis ciu yang kami amankan dari salah satu kendaraan roda empat. Selain itu juga ditemukan beberapa miras jenis lain," kata Kapolsek.
Tidak hanya miras, polisi juga mengamankan satu orang pria yang kedapatan membawa senjata tajam. Setelah itu , petugas kepolisin langsung mengamankan seluruh barang bukti dan sejumlah orang yang membawanya ke markas Polsek Tigaraksa.
Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Sejumlah kabel dan tiang fiber optik yang dipasang secara ilegal di beberapa ruas jalan utama ditertibkan dan disita tanpa ganti rugi oleh Pemerintah (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel),
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews