Connect With Us

Vonis Pembunuh Gagang Pacul, Keluarga Enno : Kalau Bisa, Lebih Berat dari Hukuman Mati

Dena Perdana | Rabu, 8 Februari 2017 | 10:00

| Dibaca : 2632

2 Eksekutor Pacul dalam Kemaluan Dituntut Hukuman Mati (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

 

 

TANGERANGNews.com-Menjelang vonis dua terdakwa kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap karyawati Enno Parihah (19) di Kosambi, Kabupaten Tangerang pada hari ini, Rabu (8/2/2017).   Keluarga korban berharap, dua terdakwa dewasa, Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriadi (24) dapat divonis oleh Pengadilan Negeri Tangerang lebih berat dari hukuman mati.

 

 

"Buat saya, kalau bisa lebih berat dari hukuman mati," kata Mahfudoh ibunda korban yang turut hadir dalam ruang sidang.

 

Untuk diketahui, Arifin dan Imam dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum Pengadilan Negeri Tangerang. Sidang pembacaan tuntutan berlangsung pada Rabu (25/1/2017) lalu.

 

Jaksa tidak melihat satupun alas an yang meringankan perbuatan Arifin dan Imam. Selain itu, yang memberatkan hukuman mereka berdua di antaranya karena tidak mengakui perbuatannya, tidak menyesal, dan memberi keterangan secara berbelit-belit.

 

Sementara, dua terdakwa pembunuh Eno Parihah, yakni Rahmat Arifin dan Imam Hapriadi  telah membacakan pembelaan atas tuntutan mati Jaksa pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (1/7/2016) lalu. 

Dalam surat pembelaan yang ditulis masing-masing kedua terdakwa dalam selembar kertas folio, mereka mengaku tidak membunuh Eno di mess pabrik, PT Polyta Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada 13 Mei 2016.

 

"Saya bukan pelaku yang sebenarnya  memang saya pernah SMS dan menelpon korban hanya mau menanyakan kabarnya, tapi tidak diangkat," kata Imam Hapriadi, kepada Ketua Majelis Hakim M Irfan Siregar.

TANGSEL
Edarkan Sabu 20 Paket, 3 Pengedar Dibekuk Polsek Serpong

Edarkan Sabu 20 Paket, 3 Pengedar Dibekuk Polsek Serpong

Kamis, 19 Oktober 2017 | 08:00

Edarkan Sabu 20 Paket, 3 Pengedar Dibekuk Polsek Serpong

KAB. TANGERANG
Teriakan Histeris Warnai Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Panongan

Teriakan Histeris Warnai Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Panongan

Kamis, 19 Oktober 2017 | 18:00

Teriakan Histeris Warnai Rekonstruksi Pembunuhan Sekeluarga di Panongan

BANTEN
KPK : Kita Akan Aksi Lagi di Banten

KPK : Kita Akan Aksi Lagi di Banten

Kamis, 19 Oktober 2017 | 15:00

KPK : Kita Akan Aksi Lagi di Banten

OPINI
Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Korupsi ''Membunuh'' Manusia

Jumat, 25 Agustus 2017 | 10:00

Justru yang menakutkan bagi kita adalah, kekhawatiran mewabahnya Madaari di negeri kita. Orang yang marah, punya rencana untuk membalas dendam dengan caranya sendiri. Tentu saja kita tak ingin hal itu terjadi. Akan timbul anarkisme massa yang sulit dibend

"Dalam hidup, tidak ada seorang pun yang mendapatkan tempat seperti apa yang mereka sangka akan dapatkan. Tapi ketika Anda bekerja dengan keras dan bersikap baik, berbagai hal yang mengagumkan akan terjadi."

Conan O'Brein