Connect With Us

Vonis Pembunuh Gagang Pacul, Keluarga Enno : Kalau Bisa, Lebih Berat dari Hukuman Mati

Dena Perdana | Rabu, 8 Februari 2017 | 10:00

| Dibaca : 3785

2 Eksekutor Pacul dalam Kemaluan Dituntut Hukuman Mati (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

 

 

TANGERANGNews.com-Menjelang vonis dua terdakwa kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap karyawati Enno Parihah (19) di Kosambi, Kabupaten Tangerang pada hari ini, Rabu (8/2/2017).   Keluarga korban berharap, dua terdakwa dewasa, Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriadi (24) dapat divonis oleh Pengadilan Negeri Tangerang lebih berat dari hukuman mati.

 

 

"Buat saya, kalau bisa lebih berat dari hukuman mati," kata Mahfudoh ibunda korban yang turut hadir dalam ruang sidang.

 

Untuk diketahui, Arifin dan Imam dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum Pengadilan Negeri Tangerang. Sidang pembacaan tuntutan berlangsung pada Rabu (25/1/2017) lalu.

 

Jaksa tidak melihat satupun alas an yang meringankan perbuatan Arifin dan Imam. Selain itu, yang memberatkan hukuman mereka berdua di antaranya karena tidak mengakui perbuatannya, tidak menyesal, dan memberi keterangan secara berbelit-belit.

 

Sementara, dua terdakwa pembunuh Eno Parihah, yakni Rahmat Arifin dan Imam Hapriadi  telah membacakan pembelaan atas tuntutan mati Jaksa pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (1/7/2016) lalu. 

Dalam surat pembelaan yang ditulis masing-masing kedua terdakwa dalam selembar kertas folio, mereka mengaku tidak membunuh Eno di mess pabrik, PT Polyta Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada 13 Mei 2016.

 

"Saya bukan pelaku yang sebenarnya  memang saya pernah SMS dan menelpon korban hanya mau menanyakan kabarnya, tapi tidak diangkat," kata Imam Hapriadi, kepada Ketua Majelis Hakim M Irfan Siregar.

BANDARA
Antar Pelajar Tawuran di Bandara Soekarno-Hatta, 9 Diamankan 1 Kritis

Antar Pelajar Tawuran di Bandara Soekarno-Hatta, 9 Diamankan 1 Kritis

Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:14

TANGERANGNEWS.com–Sembilan pelajar diamankan Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena terlibat tawuran. Mereka menjadi tersangka yang menyebabkan seorang korban kini harus dirawat di RSUD Tangerang

OPINI
Menyoal Dualisme KNPI Kabupaten Tangerang

Menyoal Dualisme KNPI Kabupaten Tangerang

Senin, 20 Juli 2020 | 21:19

Kondisi pelik tengah terjadi pada organisasi kepemudaan (baca : Komite Nasional Pemuda Indonesia) di Kabupaten Tangerang

MANCANEGARA
Gara-gara Berantakan, Kamar Pria Ini Ditinggali Buaya

Gara-gara Berantakan, Kamar Pria Ini Ditinggali Buaya

Minggu, 2 Agustus 2020 | 18:04

TANGERANGNEWS.com-Akibat kondisi kamar berantakan tak terurus, seekor buaya tinggal di rumah milik seorang pria di asal China. Bahkan pria tersebut tak sadar jika selama ini dirinya tidur dengan buaya paling berbahaya

"Seberapa Elegan Anda Mengelola Kekecewaan akan Menentukan Seberapa Cepat Anda akan mengalami Kesuksesan"

Qoute