Connect With Us

Tanah Diserobot Perusahaan, Warga Dandang ngadu ke DPRD Tangerang

Mohamad Romli | Senin, 20 Maret 2017 | 19:00

| Dibaca : 1633

Ratusan warga Dandang menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (20/03/2017). (@tangerangnews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Tak terima lahannya diserobot oleh salah satu perusahaan, ratusan warga Dandang menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (20/3/2017).

 

Dede Anjar, salah satu warga yang mengikuti demonstrasi tersebut mengatakan, mereka melakukan demonstrasi karena tanah warga di Desa Dandang RT04/05 Kamlaunb Dukuh, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, yang diklaim diserobot oleh salah satu perusahaan."Lahan kita diklaim perusahaan. Mereka memasang patok sedangkan tanahnya masih milik warga," katanya.

 

Dikatakan juga oleh Anjar, penyerobotan lahan tersebut terjadi sejak 2011. Ketika yerdapat sebuah perusahaan memasang tanda kepemilikan batas tanah di lahan milik warga."Selama ini kita diam, tetapi lama-lama diseroboti. Kita bayar pajak tapi lahannya malah diakui orang," tambahnya.

 

Perusahan tersebut juga dituding Anjar hanya broker tanah, karena warga tidak pernah mengetahui peruntukan kepemilikan tanah oleh perusahaan di lokasi tersebut."Kita tidak tahu peruntukannya untuk apa," tandasnya.

HIBURAN
VIDEO : Pria Ini Kaget Lihat Tagihan Makan di Restoran Mewah

VIDEO : Pria Ini Kaget Lihat Tagihan Makan di Restoran Mewah

Minggu, 20 September 2020 | 11:50

TANGERANGNEWS.com-Video yang memperlihatkan seorang pia makan di restoran mewah viral di media sosial. Hal itu karena jumlah tagihan harga makanan yang fantastis, bahkan mengejutkan si pria tersebut

SPORT
7 Bulan Terhenti, Persita Harap Kepastian Kelanjutan Liga 1 2020

7 Bulan Terhenti, Persita Harap Kepastian Kelanjutan Liga 1 2020

Jumat, 16 Oktober 2020 | 17:57

TANGERANGNEWS.com–Persita Tangerang menyayangkan belum pastinya kelanjutan

"Putuskan Hubungan pada orang palsu untuk alasan yang benar. Bukan memutuskan orang benar dengan alasan Palsu."

Rather Aadil