Connect With Us

Ingin Bicara Bisnis, J Tewas Ditusuk di Solear Tangerang

Mohamad Romli | Jumat, 21 April 2017 | 20:00

Ilustrasi Pisau (Sumber Google / TangerangNews)


TANGERANGNEWS.com-J seorang pria berusia 30 tahun, tewas ditusuk dan dikeroyok di sebuah warung kawasan Perumahan Adiyasa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/4/2017). Sebelum  tewas, J  warga Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang bermaksud ingin berbicara bisnis dengan rekannya di sebuah warung.


Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Gunarko mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi yang ditemui di lokasi kejadian. J sempat berbicara dengan rekannya untuk membahas binis.  Namun, korban terlibat cek-cok yang berujung dikeroyok hingga tewas.

"J diduga merupakan korban pengeroyokan karena pada saat ditemukan ia masih hidup. Namun tewas diperjalanan menuju rumah sakit. Dia tewas karena kehabisan darah akibat luka tusuk," ujar Kompol Gunarko.


Hingga kini, petugas Polresta Tangerang masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. "Kami masih mengumpulkan keterangan," tutupnya.

BANTEN
Inspiratif, Perjalanan Rina Rahmayanti Bangun UMKM Inklusif Lewat Batik

Inspiratif, Perjalanan Rina Rahmayanti Bangun UMKM Inklusif Lewat Batik

Rabu, 22 April 2026 | 09:36

Perjuangan Kartini terus berlanjut hingga era masa kini dengan bermunculan penerus semangat Kartini di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya Rina Rahmayanti, pendiri Rinara Batik dari Cilegon, Banten.

HIBURAN
Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Rabu, 22 April 2026 | 09:06

Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill