KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Kasat Lantas Polres Kita Tangsel , AKP Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, pelaku penabrak GO-JEK di Jalan BSD Raya Utama yang mengemudikan sedan Mazda berwarna hitam dengan nomor polisi B-1643-CKY adalah mahasiswa. Pelaku berinisial AM yang berusia 17 tahun kala itu melaju dengan kecepatan sangat tinggi.
"Didalam mobil terdapat empat orang. AM mahasiswa yang merupakan warga Cluster Primer Residence MDL RT 03/07 Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang," ujarnya, Minggu (22/4/2017).
Sedangkan korban Budiyanto yang menggunakan Honda supra x 125 B-3986-UAD berusia 45 tahun. "Korban warga Kampung Mangga Rt. 11/03 Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara," tuntasnya.
Seperti diketahui, seorang driver ojek online tewas setelah ditabrak sedan Mazda di depan ruko perkantoran Foresta Business Loft 2, Jalan BSD Raya Utama nomor 21, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/4/2017) siang. Korban terseret 100 meter saat akan mengantar pesanan ke wilayah Tangerang.
Di lokasi kejadian, tampak tercecer darah yang sudah ditandai oleh petugas Kepolisian. Sedangkan wajah dari Budiyanto terlihat rusak pada bagian sebelah kanan. "Motor korban dan mobil yang terlibat kecelakaan sudah diamankan di Polsek Pagedangan," singkatnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGRegulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews