Gejolak Harga Minyak dan Tantangan Subsidi Energi Nasional
Jumat, 27 Maret 2026 | 23:54
Beberapa hari terakhir, lonjakan harga minyak mentah global dari US$70 menjadi hampir US$120 per barel menjadi berita yang tidak bisa diabaikan.
TANGERANGNEWS.com- Sekitar 700 orang memadati Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang, Selasa (30/5/2017) sore. Mereka datang untuk menghadiri acara buka puasa bersama (Bukber), istri mantan Presiden Republik Indonesia yang juga tokoh Nahdatul Ulama, KH Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Uniknya, selain umat Islam, acara tersebut dihadiri juga peserta dari non-muslim dari berbagai kelompok agama. Maklum saja kegiatan tersebut dihelat oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang.
Kemesraan dan cermin keharmonisan antar pemeluk umat beragama di Kabupaten Tangerang sangat nampak dalam kegiatan tersebut. Umat beragama non-muslim tampak dengan senang hati turut membantu mempersiapkan dan membagikan hidangan untuk berbuka puasa, sungguh satu sikap yang menjadi cermin keberagaman dan pluralisme yang dipraktekkan oleh mendiang Gus Dur.
KH Maski, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang kepada TangerangNews.com mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan oleh Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Bahkan ketika mendapatkan tawaran untuk melaksanakan di Kabupaten Tangerang, tanpa banyak berfikir panjang dia menerimanya.
"Sesuai pesan beliau, kegiatan ini menghadirkan kaum marjinal yang selama ini menjadi fokus perhatian beliau, di sini kita berbagi bersama mereka," ujarnya.
Kaum marjinal yang dimaksud adalah kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah, mereka yang selama ini sudah banyak berperan untuk kehidupan bersama namun kurang mendapatkan perhatian dan penghargaan.
"Misalnya tukang sapu jalanan, selama ini mereka sudah sangat berjasa namun kurang mendapatkan perhatian dari kita," tambahnya.
Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menceritakan, sebenarnya kegiatan serupa sudah berlangsung sejak almarhum Gus Dur masih menjadi Presiden.
"Biasanya saya mendatangi saudara-saudara kita di tengah pasar, kolong jembatan untuk melaksanakan sahur bersama, saya mendengarkan kisah hidup mereka dan belajar banyak dari kisah hidup mereka tersebut," ungkapnya.
Hal yang dipelajari Shinta tersebut adalah nilai-nilai serta keyakinan orang-orang terpinggirkan yang tetap memegang teguh prinsip dan keyakinannya. Meski di tengah situasi kehidupan yang serba kekurangan, mereka yang tinggal di bawah kolong jembatan, tidak memiliki pekerjaan tetap serta tidak memiliki tempat tinggal, namun tetap bisa Istiqomah menjalani kehidupannya.
"Dari saudara-saudara kita itu, para kaum marjinal tersebut, saya belajar banyak bagaimana mereka memperjuangkan hidupnya tanpa mengorbankan harkat dan kehormatan hidup mereka," tambahnya.
Shinta juga menekankan puasa adalah sarana untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik lagi, sehingga mereka yang berubah karena puasa, adalah kelompok orang yang beruntung karena tidak sekedar hanya merasakan lapar dan haus.
"Kalau berpuasa namun kita tidak bisa berubah menjadi lebih baik, puasa kita masih bersifat formal," tandasnya.
Di penghujung acara, sebanyak 500 kaum duafa mendapatkan santunan dari FKUB Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGBeberapa hari terakhir, lonjakan harga minyak mentah global dari US$70 menjadi hampir US$120 per barel menjadi berita yang tidak bisa diabaikan.
Entah karena sial atau bodoh yang dialami seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial FNS, 27, di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Gubernur Banten Andra Soni mengungkap kisah pribadinya yang masih tinggal di rumah subsidi hingga saat ini. Cerita itu ia sampaikan saat menghadiri acara Peluncuran BSPS Secara Nasional Tahun Anggaran 2026 dan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews