Pria Asal Tangerang Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik di Kamar Kos Bandar Lampung
Senin, 9 Februari 2026 | 16:54
Penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi mengenaskan menggerkan warga di Kecamatan Untung, Bandar Lampung.
TANGERANGNEWS.com- Sekitar 700 orang memadati Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang, Selasa (30/5/2017) sore. Mereka datang untuk menghadiri acara buka puasa bersama (Bukber), istri mantan Presiden Republik Indonesia yang juga tokoh Nahdatul Ulama, KH Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Uniknya, selain umat Islam, acara tersebut dihadiri juga peserta dari non-muslim dari berbagai kelompok agama. Maklum saja kegiatan tersebut dihelat oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang.
Kemesraan dan cermin keharmonisan antar pemeluk umat beragama di Kabupaten Tangerang sangat nampak dalam kegiatan tersebut. Umat beragama non-muslim tampak dengan senang hati turut membantu mempersiapkan dan membagikan hidangan untuk berbuka puasa, sungguh satu sikap yang menjadi cermin keberagaman dan pluralisme yang dipraktekkan oleh mendiang Gus Dur.
KH Maski, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang kepada TangerangNews.com mengatakan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan oleh Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Bahkan ketika mendapatkan tawaran untuk melaksanakan di Kabupaten Tangerang, tanpa banyak berfikir panjang dia menerimanya.
"Sesuai pesan beliau, kegiatan ini menghadirkan kaum marjinal yang selama ini menjadi fokus perhatian beliau, di sini kita berbagi bersama mereka," ujarnya.
Kaum marjinal yang dimaksud adalah kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah, mereka yang selama ini sudah banyak berperan untuk kehidupan bersama namun kurang mendapatkan perhatian dan penghargaan.
"Misalnya tukang sapu jalanan, selama ini mereka sudah sangat berjasa namun kurang mendapatkan perhatian dari kita," tambahnya.
Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid menceritakan, sebenarnya kegiatan serupa sudah berlangsung sejak almarhum Gus Dur masih menjadi Presiden.
"Biasanya saya mendatangi saudara-saudara kita di tengah pasar, kolong jembatan untuk melaksanakan sahur bersama, saya mendengarkan kisah hidup mereka dan belajar banyak dari kisah hidup mereka tersebut," ungkapnya.
Hal yang dipelajari Shinta tersebut adalah nilai-nilai serta keyakinan orang-orang terpinggirkan yang tetap memegang teguh prinsip dan keyakinannya. Meski di tengah situasi kehidupan yang serba kekurangan, mereka yang tinggal di bawah kolong jembatan, tidak memiliki pekerjaan tetap serta tidak memiliki tempat tinggal, namun tetap bisa Istiqomah menjalani kehidupannya.
"Dari saudara-saudara kita itu, para kaum marjinal tersebut, saya belajar banyak bagaimana mereka memperjuangkan hidupnya tanpa mengorbankan harkat dan kehormatan hidup mereka," tambahnya.
Shinta juga menekankan puasa adalah sarana untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik lagi, sehingga mereka yang berubah karena puasa, adalah kelompok orang yang beruntung karena tidak sekedar hanya merasakan lapar dan haus.
"Kalau berpuasa namun kita tidak bisa berubah menjadi lebih baik, puasa kita masih bersifat formal," tandasnya.
Di penghujung acara, sebanyak 500 kaum duafa mendapatkan santunan dari FKUB Kabupaten Tangerang.
Penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi mengenaskan menggerkan warga di Kecamatan Untung, Bandar Lampung.
TODAY TAGTelaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.
Penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) semakin menjadi agenda strategis bagi sektor industri di Indonesia.
Aliran kali di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berada di belakang Pergudangan Taman Tekno, berubah warna mrnjadi putih susu dan mengeluarkan aroma menyengat bahan kimia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews