Imbas Konflik Timur Tengah, Stok BBM di Indonesia Sisa 20 Hari
Rabu, 4 Maret 2026 | 08:23
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih mencukupi untuk 20 hari ke depan.
TANGERANGNEWS.com-Kondisi yang cenderung memanas karena adanya perbedaan pandangan keberagaman dan munculnya potensi radikalisme karena dangkalnya pemahaman agama oleh sebagian masyarakat memunculkan kekhawatiran akan cara pandang umat dalam memaknai teks-teks agama.
Kehadiran buku 'Islam itu Ramah Bukan Marah' karya kader Gerakan Pemuda Ansor, Ardiyansyah dinilai menjadi oase dan sumber pencerahan bagi masyarakat untuk menginterpretasi ajaran agama sebagai rahmat untuk semesta.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris GP Ansor Banten Khoirun Huda saat acara bedah buku bertema 'Meneguhkan Islam Nusantara Sebagai Islam yang Ramah dan Toleran' di Gramedia World BSD City, Kavling Commercial Park Barat Lot 1-9, BSD City, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/6/2017) sore.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri penulis buku tersebut juga, Huda yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tangerang menjelaskan, akhir-akhir ini ada kelompok-kelompok yang menampilkan wajah keislaman yang cukup menegangkan. Banyak aksi-aksi teror dan kemarahan yang dilakukan dengan dalih membela Islam. "Hal ini tentu mencederai dan mencoreng nilai-nilai keislaman itu sendiri," ujarnya.
Kondisi ini, menurut Huda, tentu sangat memprihatinkan, karena nilai-nilai keislaman yang sesungguhnya selalu menampilkan suasana yang sejuk dan damai, jauh dari berbagai tindak kekerasan. “Hal ini bertolak belakang dengan aksi kelompok-kelompok yang menebar teror kekerasan dan tindakan intoleran yang mengatasnamakan Islam,” katanya.
Ardiyansyah, penulis buku tersebut dalam pemaparannya menyampaikan buku yang ditulisnya ini diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat untuk mengkaji dan menampilkan Islam yang rahmatan lil alamin. Ardi, demikian penulis tersebut biasa disapa mengambil contoh beberapa cara pandang sebagian masyarakat yang salah kaprah dalam menilai keislaman karena telah dicampur aduk oleh kepentingan politik.
"Sebagai contoh, misalnya ada sekelompok orang yang menganggap saudara muslimnya menjadi kafir dan tidak mau mensalatkan jenazahnya hanya karena urusan politik," ungkapnya.
Penulis muda tersebut juga mengatakan bahwa buku ini menghadirkan dan menjelaskan cara pandang keislaman yang moderat yang tidak hanya bersandar pada teks-teks agama, tapi juga berdasarkan pada konteks dan realitas sosial yang ada.
Buku setebal 204 halaman ini di kemas secara apik. Tidak hanya mengupas soal Islam yang damai, tapi juga mencoba meluruskan kesalahpahaman persepsi tentang jihad, konsep kafir dan musrik.
Buku yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo ini direkomendasikan untuk pembaca yang ingin mempelajari bahwa Islam adalah ajaran yang menyebarkan kedamaian ke seluruh dunia, bukan teror dan kekerasan.(RAZ)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih mencukupi untuk 20 hari ke depan.
TODAY TAGVIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” yang digelar di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8
Wilayah udara di sejumlah kawasan Timur Tengah ditutup akibat konflik antara Israel dan Iran. Hal ini berdampak pada sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang.
Kementrian Jemaah Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang memastikan, sebanyak 264 jamaah umrah yang berasal dari wilayahnya dapat pulang sesuai jadwal meski situasi di Timur Tengah tengah memanas, akibat perang
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews